Jumat, 01 Februari 2013
Sabtu, 12 Januari 2013
NISFUL FADL-LAH DAN NISFU QOUSIN NAHAR
NISFUL FADL-LAH DAN
NISFU QOUSIN NAHAR
Sebuah misi penelusuran tentang keberadaan bu’dul
quthur dan ashlul muthlaq
Yang gagal total dan berdarah-darah *)
Oleh :AlbieHamsil
Bismillahirrohmaanirrohiim
Ketika
matahari berda di katulistiwa maka belahan bumi utara maupun selatan panjang
siang dan malamnya sama.

Gambar.1
Ketika
matahari berada di sebelah uatara katulistiwa, maka belahan bumi uatara
siangnya lebih panjang dari pada malamnya, sebaliknya belahan bumi selatan
malamnya lebih panjang daripada siangnya, hanya daerah katulistiwa saja yang
siang dan malamnya sama atau normal

Gambar.2
Sebaliknya
ketika matahari di selatan katulistiwa, belahna bumi utara malamnya lebih
panjang, dan siangnya lebih pendek, sementara belahan bumi selatan
berkebalikan.

Gamabr.3
Siang
adalah rentang waktu dari terbit matahari sampai tenggelam, sedang malam adalah
dari tenggelam matahari sampai terbitnya. Karena sehari semalam adalah 24 jam,
maka saat normal atau saat matahari berda di katulistiwa maka saat terbit matahari
adalah jam 6 pagi, saat tenggelam adalah jam 6 sore dalam waktu istiwa’
setempat. Tengah hari dan tengah malam adalah jam 12.
Saat
matahari di sebelah utara katulistiwa dan belehan bumi utara mengalami siang
lebih panjang daripada malamnya maka yang terjadi adalah, matahari terbit
sebelum jam 6 dan tenggelam setelah jam enam. Tengah hari adalah tetap jam 12.
sehingga perbedaan atau selisih panjang siang dan malam berada di kedua
tepinya, pagi dan sore. Lihatlah ketiga gambar di atas sebagi ilustrasinya.
Seberapa
perbedaan panjang siang saat normal dan saat mengalami lebih panjang
dipengaruhi oleh lintang tempat dan deklinasi matahari.
Saat
matahari di utara katulistiwa maka semakin mendekati kutub utara tempat
tersebut lebih panjang siangnya, dan di daerah kutub utara bahkan tidak
mengalami malam sama sekali, karena matahari di utara katulistiwa selama 6
bulan, maka di kutub utara panjang siangnya adalah 6 bulan tersebut. Begitu
juga sebaliknya saat matahari di selatan katulistiwa.
Di
atas dikatakan bahwa siang adalah rentang waktu dari terbit sampai tenggelam.
Jika dibagi dua bagian yang sama panjang
maka hasilnya adalah waktu terbit sampai tengah hari dan tengah hari
sampai tenggelam. Dari terbit sampai tengah hari atau tengah hari sampai
tenggelam, itulah separuh busur siang atau nisfu qousin nahar.
Saat
normal separuh busur siang adalah 6 jam atau perjalanan matahari semu harian
sepanjang 90 derajat, saat lebih panjang maka menjadi lebih dari 90 derajat,
jika lebih pendek maka kurang dari 90 derajat. Tergantung lintang dan deklinasi
sebagai mana di atas. Selisih itulah yang disebut nisful fadl-lah atau separuh
selisih siang dan malam, sementara separuh yang lain juga ada di separuh busur
siang yang lain.
Perhatikan
lagi gambar berikut :

Gambar.4
Ilustrasi
nisfu qousin nahar untuk daerah dengan nilai lintang F pada saat deklinasi sebesar d

Gambar.5
Ilustrasi
nisful fadl-lah untuk daerah dengan nilai lintang F saat
deklinasi sebesar d
Penjelasannya
adalah sebagi berikut :

Gambar.6
Ilustrasi tempat dengan nilai lintang F
Sebuah
tempat dengan nilai lintang sebesar F adalah tempat yang
berada di lingkaran parallel sejauh F dari katulistiwa
atau besarnya sudut di pusat bumi. Jika r (jari-jari bumi) senilai 1 maka tinggi bidang lingkaran parallel tersebut
dari bidang katulistiwa adalah sebesar sin F dan jari-jari lingkaran paraler tersebut adalag sebesar cos F. karena dalam segitiga siku-siku sin adalah
perbandingan sisi tegak terhadap sisi miringnya dan cos adalah perbandingan
sisi datar terhadap sisi miringnya.

Gambar.7
Ilustrasi sinar matahari membentuk sudut sebesar
deklinasinya
cahaya
matahri datang di bidang katulistiwa membentuk sudut sebesar deklinasinya,
sudut yang sama juga terbentuk di titik pusat antara garis poros bumi dengan
bidang batas siang dan malam, sehingga jarak antara kutub dan bidang batas
tersebut juga bernilai sebesar deklinasi, pun begitu juga di kedua tepi daaerah
batas tersebut, antara bidang batas dan bidang normal yang sejajar dengan
poros.
Kalau
gambarnya kita jadikan satu maka menjadi sebagi berikut :

Gambar.8
Ilustrasi nisful fadl-lah
Nisful
fadl-lah adalah sudut merah yang ada di kutub, begitu juga ada di pusat
lingkaran parallel maupun sudut yang ada di pusat bola bumi juga busur yang
terbentuk di garis katulistiwa.
Supaya
lebih jelas gambar tersebut kita sederhanakan sebagi berikut :

Gambar.9
Disederhanakan
lagi

Gambar.10
Perhatikan
gambar bagian kanan di mana ada segitiga siku-siku dengan garis tegak sebesar sin F , sisi datar b sisi miring a
serta sudut lancip sebesar d.
Dengan
demikian kita bisa membuat persamaan sebagi berikut :

Kemudian

Atau
Bisa
juga langsung

Ingat
kembali di mana posisi b dalam-gambar terdahulu, kemudian perhatikan gambar
berikut ini :

Gambar.11
Ini
adalah penampang lingkaran parallel lintang F, sebuah
lingkaran dengan jari-jari sebesar cos F , garis tegak b yang nilainya
sudah dihitung di atas, sudut t
merupakan nisful fadl-lah yang kita
cari. Nilai nya adalah :

Sampai
di sini kita berhasil menggambar dan kemudian merumuskan nisful fadl-lah dengan
segitiga datar. Hasilnya adalah :

Sekarang
kita bandingkan denga gambar berikut :

Gambar.12
Keterangan gambar :
P = Lokasi
M = Matahari di Horison
M’ = Matahari saat kulminasi
p – P = nilai lintang tempat = F
m – M = nilai deklinasi Mataharu = d
p – n = 90° = sudut yang
terbentuk di kutub
n – m = nisful fadl-lah (t)
suapaya lebih jelas kita
sendirikan gambarnya

Gambar.13
dari
gambar kita mempunyai sebuah segitiga bola yang penting yaitu : M-m-n yang
siku-siku di titik m, sementara sudut yang terbentuk oleh bujur normal dan
lingkaran horizon adalah sama nilai lintangnya = F, sehingga ÐMnm = 90 - F
dari data tersebut sudah
cukup untuk membuat persamaan sebagi berikut :
kita memakai aturan sinus unsur
tengah adalah hasil kali dua unsur yang mengapitnya :

Kemudian menggunakan
aturan sinus unsure tengah adalah hasil cosinus dua unsur di hadapnnya, untuk
mengecek unsure\-unsur yang lain sebagai berikut :

Kemudian

Terakhir

Sampai di sini hasil akhir
yang di dapat adalah sama bahwa :

Jika dibandingkan dengan
rumus nisful fadl-lah yang ada di durusul falakiyah dan semacamnya , bahwa
nisful fadl-lah adalah

Memang hasil akhirnya
adalah sama, namun penulis gagal menemukan objek bu’dul quthur dan al aslul
mutlak tersebut, dimana bu’dul quthur dirumuskan dengan Sin Bu’dul
quthur = sin F x Sin d dan Al aslul mutlak dirumuskan
dengan sin As alul Mutlak = Cos F x Cos d.
Maka
sebenarnya dari awal tulisan ini dimaksudkan untuk melacak keberadaan bu’dul
quthur dan al aslul muthlaq, namun sampai akhir tulisan ini dengan metode
segitiga datar maupun segitiga bola, kedua hal tersebut tidak terdeteksi maka
dengan ini penulis nyatakan bahwa misi ini gagal. Dan bagi penulis kedua hal
tersebut masih misteri, penulis belum menemukan metode yang dahulu dipakai para
ulama’ untuk merumuskannya.
Sebelum
tulisan ini benar-benar berakhir, perlu ditambahkan bahwa ketika telah
diketahui nisful fadl-lah maka dengan menambahkan 90 derajat maka hasilnya
adalah separuh busur siang atau nisfu qousin nahar, jika dikalikan dua kali
maka hasilnya adalah panjang siang.
Wallahu
a’lam
dalam bentuk file yang lebih lengkap silakan ambil di SINI
PERHITUNGAN ARAH QIBLAT DENGAN CARA LAIN
PERHITUNGAN ARAH QIBLAT DENGAN CARA LAIN*)
Insya Alloh langkah-langkah
berikut belum pernah dimuat dalam kitab atau buku falak manapun seluruh
dunia, sehingga juga belum pernah diajarkan dalam kelas, perkuliahan,
kursus ataupun pelatihan falak manapun seluruh dunia. Jika ada
kesamaan cerita, tempat maupun nama pelaku, maka hanya kebetulan dan
bukan kesengajaan atau rekayasa. maksudnya selama ini penulis belum
pernah menjumpainya.
Mungkin langkah-langkah nya
agak bertele-tele maka tidak diajarkan, sehingga ini hanya bertujuan
sekedar menunjukkan salah satu cara penyelesaian perhitungan dengan
pendekatan segitiga bola, sebagai suatu seni kreatifitas.
Jika dimasukkan ke dalam kaidah segitiga bola, perhitungan arah qiblat adalah kasus perhitungan segitiga bola yang diketahui tiga buah unsurnya, yaitu duah buah busur dan sebuah sudut, kemudian mencari nilai sudut yang lain.
Contoh perhitungan arah qiblat kota Yogyakarta
Diketahui :
Koordinat Yogyakarta adalah -7 48’ LS 110 21’ BT
F1 = -7 48’
l1 = 110 21’
Koordinat Ka’bah adalah 21 25’ LU 39 50’ BT
F2 = 21 25’
l2 = 39 50’
Misalkan segitiga tersebut dinotasikan sebagai segitiga bola ABC, dengan A adalah koordinat Ka’bah, B adalah lokasi yang dihitung arah qiblatnya dan C adalah sudut selisih bujur antara Ka’bah dan lokasi tersebut, maka tuga buah unsur yang diketahui adalah :
a = 90 – lintang lokasi setempat misal dirumuskan dengan a = 90 – F1
b = 90 – lintang Ka’bah missal dirumuskan dengan b = 90 – F2, dan
C = selisih bujur Ka’bah dan Lokasi setempat,= Dl = l1 -– l2
a = 90 – (-7 48’) = 90 + 7 48’ = 97 48’
b = 90 – 21 25’ = 68 35’
C = 110 21’ - 39 50’ = 70 31’
Sedangkan yangdicari adalah sudut B.
Selama ini langkah-langkah
yang sering diajarkan adalah menghitung nilai busur c dengan aturan
cosinus kemudian menghitung nilai sudut B baik dengan aturan sinus
ataupun cosinus.
Bisa juga dengan rumus tangen sehingga tidak perlu menghitung sisi c, atau dengan analogi Napier, setengah penjumlahan dan pengurangan dua buah sudut dan dapat juga dengan haversin.
Kali ini kita coba hitung dengan langkah-langkah yang lain.
Lihat gambar
Misal kita tarik sebuah garis (d) dari titik A tegak lurus dengan busur (a), sehingga kita mendapatkan dua buah segitiga bola siku-siku.
1. hitung d
Sin d = sin b x sin C
= sin (68 35’) x sin (70 31’)
= 0,9309496381187 5957 x 0,9427385516888 7953
Sin d = 0,8776421135353 6591
Sin d = 61 21' 33,221''
2. Hitung a1
Cos a1 = Cos b / Cos d
= Cos (68 35’) / Cos (61 21' 33,221'')
= 0,3651476020550 465 / 0,479316513954167 75
= 0,7618089329798 5122
a1 = 40 22' 33,852''
a1 = 40 22' 33,852''
3. hitung a2
a2 = a – a1
= 97 48 - 40 22' 33,852''
= 57 25' 26,148''
4. Hitung B
Tan B = tan d / sin a2
= tan (61 21' 33,221'') / sin (57 25' 26,148'')
= 1,8310283246766 7921 / 0,842677344960839 21
= 2,1728700025295 8091
B = 65 : 17' : 13,663''
Arah qiblat Yogyakarta adalah 65 : 17' : 13,663'' UB atau 24 : 42' : 46,337'' BU.
dalam bentuk file yang lebih lengkap silakan ambil di
http:// liekwasil.mywapb log.com/files/ perhitungan-arah -qiblat-d.rar
Insya Alloh langkah-langkah
Mungkin langkah-langkah
Jika dimasukkan ke dalam kaidah segitiga bola, perhitungan arah qiblat adalah kasus perhitungan segitiga bola yang diketahui tiga buah unsurnya, yaitu duah buah busur dan sebuah sudut, kemudian mencari nilai sudut yang lain.
Contoh perhitungan arah qiblat kota Yogyakarta
Diketahui :
Koordinat Yogyakarta adalah -7 48’ LS 110 21’ BT
F1 = -7 48’
l1 = 110 21’
Koordinat Ka’bah adalah 21 25’ LU 39 50’ BT
F2 = 21 25’
l2 = 39 50’
Misalkan segitiga tersebut dinotasikan sebagai segitiga bola ABC, dengan A adalah koordinat Ka’bah, B adalah lokasi yang dihitung arah qiblatnya dan C adalah sudut selisih bujur antara Ka’bah dan lokasi tersebut, maka tuga buah unsur yang diketahui adalah :
a = 90 – lintang lokasi setempat misal dirumuskan dengan a = 90 – F1
b = 90 – lintang Ka’bah missal dirumuskan dengan b = 90 – F2, dan
C = selisih bujur Ka’bah dan Lokasi setempat,= Dl = l1 -– l2
a = 90 – (-7 48’) = 90 + 7 48’ = 97 48’
b = 90 – 21 25’ = 68 35’
C = 110 21’ - 39 50’ = 70 31’
Sedangkan yangdicari adalah sudut B.
Selama ini langkah-langkah
Bisa juga dengan rumus tangen sehingga tidak perlu menghitung sisi c, atau dengan analogi Napier, setengah penjumlahan dan pengurangan dua buah sudut dan dapat juga dengan haversin.
Kali ini kita coba hitung dengan langkah-langkah
Lihat gambar
Misal kita tarik sebuah garis (d) dari titik A tegak lurus dengan busur (a), sehingga kita mendapatkan dua buah segitiga bola siku-siku.
1. hitung d
Sin d = sin b x sin C
= sin (68 35’) x sin (70 31’)
= 0,9309496381187
Sin d = 0,8776421135353
Sin d = 61 21' 33,221''
2. Hitung a1
Cos a1 = Cos b / Cos d
= Cos (68 35’) / Cos (61 21' 33,221'')
= 0,3651476020550
= 0,7618089329798
a1 = 40 22' 33,852''
a1 = 40 22' 33,852''
3. hitung a2
a2 = a – a1
= 97 48 - 40 22' 33,852''
= 57 25' 26,148''
4. Hitung B
Tan B = tan d / sin a2
= tan (61 21' 33,221'') / sin (57 25' 26,148'')
= 1,8310283246766
= 2,1728700025295
B = 65 : 17' : 13,663''
Arah qiblat Yogyakarta adalah 65 : 17' : 13,663'' UB atau 24 : 42' : 46,337'' BU.
dalam bentuk file yang lebih lengkap silakan ambil di
http://
Sabtu, 22 Desember 2012
CONTOH PERHITUNGAN SEDERHANA AWAL WAKTU SHOLAT
=CONTOH PERHITUNGAN SEDERHANA AWAL WAKTU SHOLAT=
Yogyakarta 21 Desember 2012
Bahan-bahan data
Lintang (P) = - 07° 48' 00" LS
Bujur (L) = 110° 21' 00"BT
Deklinasi Matahari (D) = - 23° 26' 14,46"
Perata waktu (PW) = 0 : 01 : 51,06
Selisih bujur WIB = 105 - 110° 21' 00" = - 05° 21' 00"
Selisih dalam jam = - 05° 21' 00" / 15 = - 00 : 21 : 24
=awal waktu MAGHRIB=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = -1
Proses
Cos tm =
-tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm =
-tan (-7°
48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(-1) / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26'
14,46")
Cos tm = -(
-0,136982960638829) x (-0,433512814140978) +
(-0,017452406437284) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)
Cos tm =- 0,059383868755902 + (-0,019199425045074)
Cos tm = -0,078583293800976
tm =
94,507138064589400
tm = 94° 30' 25,7"
dijadiakn jam = 94,507138064589400 / 15 = 6,300475870972630
=
06 : 18 : 01,71
**maghrib = 06 : 18 : 01,71 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 06 : 20 istiwak
setempat
Dijadikan jam menengah setempat
12 + istiwak - pw
12 + 06 : 18 : 01,71 - 0 : 01 : 51,06 = 18 : 16 : 10,65
Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
18 : 16 :
10,65 + (- 00 : 21 : 24) = 17 : 54 : 46,65
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 17 : 56
WIB
=awal waktu ISYA=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = -18
Proses
Cos tm =
-tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm =
-tan (-7°
48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(-18) / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26'
14,46")
Cos tm = -(
-0,136982960638829) x (-0,433512814140978) +(-0,309016994374947) /
(0,990747840471444) / (0,917495537747418)
Cos tm =- 0,059383868755902 + (-0,339950174921513)
Cos tm = -0,399334043677414
tm =
113,536552933634000
tm =
113° 32' 11,59"
dijadiakn jam = 113,536552933634000 / 15 = 7,569103528908910
=
07 : 34 : 08,77
**isya = 07 : 34 : 08,77 istiwak
setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 07 : 36 istiwak
setempat
Dijadikan jam menengah setempat
12 + istiwak - pw
12 + 07 : 34 : 08,77 - 0 : 01 : 51,06 = 19 : 32 : 17,71
Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
19 : 32 :
17,71+ (- 00 : 21 : 24) = 19 : 10 : 53,71
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 19 :12
WIB
=awal waktu SUBUH=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = -20
Proses
Cos tm =
-tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm =
-tan (-7°
48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(-20) / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26'
14,46")
Cos tm = -(
-0,136982960638829) x (-0,433512814140978) + (-0,342020143325669) /
(0,990747840471444) / (0,917495537747418)
Cos tm =- 0,059383868755902 + (-0,376257000963401)
Cos tm = -0,435640869719302
tm =
115,826080424442000
tm =
115° 49' 33,89"
dijadiakn jam = 115,826080424442000 / 15 = 7,721738694962820
=
07 : 43 : 18,26
Karena
sebelum zawal maka hasilnya dikurangkan dari 12
12 - 07 :
43 : 18,26 = 04 : 16 : 41,74
**subuh = 04 : 16 : 41,74 istiwak
setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 04 : 45 istiwak
setempat
Dijadikan jam menengah setempat
istiwak - pw
04 : 16 :
41,74 - 0 : 01 : 51,06 = 04
: 14 : 50,68
Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
04 : 14 :
50,68+ (- 00 : 21 : 24) = 03 : 53 : 26,68
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 03 : 55
WIB
**IMSAK**
Imsak = subuh – 10 menit
04 : 45 – 0 : 10 = 04 : 35 istiwak
03 : 55 – 0 : 10 = 03 45 WIB
=TERBIT=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = -1
Proses
Cos tm =
-tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm =
-tan (-7°
48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(-1) / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26'
14,46")
Cos tm = -(
-0,136982960638829) x (-0,433512814140978) +
(-0,017452406437284) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)
Cos tm =- 0,059383868755902 + (-0,019199425045074)
Cos tm = -0,078583293800976
tm =
94,507138064589400
tm = 94° 30' 25,7"
dijadiakn jam = 94,507138064589400 / 15 = 6,300475870972630
=
06 : 18 : 01,71
Karena sebelum zawal maka hasilnya dikurangkan dari 12
12 - 06 :
18 : 01,71 = 05 : 41 : 58,29
**terbit = 05 : 41 : 58,29 istiwak
setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 05 : 43 istiwak
setempat
Dijadikan jam menengah setempat
istiwak - pw
05 : 41 :
58,29 - 0 : 01 : 51,06 = 05
: 40 : 07,23
Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
05 : 40 :
07,23+ (- 00 : 21 : 24) = 05 : 18 : 43,23
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 05 : 20 WIB
=DLUHA=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = 04°
30' 00"
Proses
Cos tm =
-tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm =
-tan (-7°
48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(04° 30' 00") / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26'
14,46")
Cos tm = -(
-0,136982960638829) x (-0,433512814140978) + (0,078459095727845) /
(0,990747840471444) / (0,917495537747418)
Cos tm =- 0,059383868755902 + 0,086312998321710
Cos tm = 0,026929129565808
tm =
88,456887986431000
tm = 88° 27' 24,8"
0,059383868755902 6,102874134237930 6,072024134237930
5,715357467571270
dijadiakn jam = 88,456887986431000 / 15 = 5,897125865762070
=
05 : 53 : 49,65
Karena sebelum zawal maka hasilnya dikurangkan dari 12
12 - 05 :
53 : 49,65 = 06 : 06 : 10,35
**dluha = 06
: 06 : 10,35 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 06 : 08 istiwak
setempat
Dijadikan jam menengah setempat
istiwak - pw
06 : 06 :
10,35 - 0 : 01 : 51,06 = 06
: 04 : 19,29
Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
06 : 04 : 19,29+ (- 00 : 21 : 24) = 05 : 42 :
55,29
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 05 : 44 WIB
= = awal Dhuhur = =
Istiwak = 12 :00 istiwak
Zawal = 12 lebih sedikit
Kita pake jam 12 :02 istiwak
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 12 : 04 istiwak
Dijadikan jam menengah setempat
istiwak - pw
12 :
02 - 0 : 01 : 51,06 = 12 : 00 : 08,94
Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
12 : 00 :
08,94+ (- 00 : 21 : 24) = 11 : 38 : 44,94
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 11 : 38 WIB
=awal waktu ASHAR=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cotan hm = tan
[P-D] +1
Cotan hm = tan
[(-7°
48’) - (- 23° 26' 14,46")] +1
Cotan hm = tan 15° 38' 14,46" +1
Cotan hm = 0,279907842895873+1
Cotan hm = 1,279907842895873
Tan hm = 1/ 1,279907842895873
Tan hm = 0,781306252282536
Hm = 38,00073383
Hm = 38° 00' 02,64"
Proses
Cos tm =
-tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm =
-tan (-7°
48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(38° 00' 02,64") / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26'
14,46")
Cos tm = -(
-0,136982960638829) x (-0,433512814140978) + (0,615671567859326) /
(0,990747840471444) / (0,917495537747418)
Cos tm =- 0,059383868755902 + 0,677301446191750
Cos tm = 0,617917577435848
tm =
51,835776093828400
tm =
51° 50' 08,79"
3,455718406255230
15,424868406255200 15,068201739588600
dijadiakn jam = 51,835776093828400/ 15 = 3,455718406255230
=
03 : 27 : 20,59
**ashar = 03 : 27 : 20,59 istiwak
setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 03 : 29 istiwak
setempat
Dijadikan jam menengah setempat
12 + istiwak - pw
12 + 03 : 27 : 20,59 - 0 : 01 : 51,06
= 15 : 25 : 29,53
Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
15 : 25 :
29,53+ (- 00 : 21 : 24) = 15 : 04 : 05,53
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 15 :06 WIB
19 des 2112
jam 08 : 20 WIB (joepai)
Jumat, 05 Oktober 2012
JANGAN TANYA JUDULNYA
Jangan tanya judulnya
mengalir begitu saja
bicara ringan-ringan diselingi tertawa-tertawa kecil
melucui situasi keseharian,
mulailah membincangkan berita-berita terkini,
mendiskusikan pelan-pelan,
beradu pendapat, wacana argumentasi, mengerutkan dahi,
menyuguhkan logika, analisa data, tabel angka-angka dan formula,
bahkan membawa teks-teks agama.
bergeser mendiskripsikan diri,
mengukur posisi,
lahir bait-bait puisi-puisi
empati dan simpati
melebur kefanaan menjejak kesejatian
tenggelam dalam ketiadaan
mengidungkan puji-puji nurani
mengalir doa-doa suci
merunut perjalanan orang-orang suci,
orang-orang sholeh
wali-wali dan para nabi,
sampai alam malaikat bahkan lebih tinggi
Alloohumma sholli 'alaa Muhammad
Sabtu, 15 September 2012
KAPAN MATAHARI AKAN MELINTASI ATAS RUMAH ANDA ?
Sekarang bulan September, saat matahari pulang dari perjalanannya
dari utara. sekarang semakin mendekati garis katulistiwa, dan natinya ia
akan meneruskan perjalannya ke selatan.
kita yang tinggal di sekitar katulistiwa maka sebentar lagi matahari akan melintasi atas rumah kita.
Kapan Matahari berada di atas Rumah Anda ?
kalau di atas rumah saya yang koordinatnya -7 : 45 : 37 LS 110 : 19 : 49 BT adalah besok hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2012 jam 11 : 25 WIB.
perhitungannya adalah
===>deklinasi matahari sebesar -7 : 45 : 37 terjadi pada
===>Sabtu 13 Oktober 2012
===>dari jam 01 : 48 :57 sampai dengan 01:50 : 00 WIB merujuk lokasi geosentris
===>atau
===>dari jam 01 : 51 :13 sampai dengan 01:52 : 16 WIB merujuk lokasi toposentris
===> (hasil perhitungan Accurate Times 5.3.2)
maka
===>pada tanggal 13 Oktober tengah hari jam Lokal (110 : 19 :49 BT ) bisa dikatakan matahari tepat berada di atas rumah saya.
jika dikonversi ke dalam jam WIB perhitungannya adalah
===>perata waktu tanggal 13 oktober 2013 = 0 : 13 :41,340
===>selisih bujur antara rumah saya dengan bujur standar WIB (105)
===> = 110 : 19 : 49 - 105 = 5 : 19 : 49
===>dijadikan jam = 5 : 19 : 49/ 15 = 0 : 21: 19,267
tengah hari lokal rumah saya 12:00:00 itiwak lokal
jika dijadikan jam menengah lokal rumah saya adalah
===>12 : 00 : 00 - 0 : 13 :41,340 = 11 : 46 : 18,660 menengah lokal
===>jika dijadikan WIB adalah
===>11 : 46 : 18,660 - 0 : 21: 19,267 = 11 : 24 : 59,393
===>dibulatkan menjadi jam 11 : 24 : 59 WIB.
maka anda di manapun berada pada saat itu jika melihat ke arah matahari, itulah arah rumah saya dari tempat anda.
kapan hal yang sama terjadi bagi rumah anda sendiri ?
jika hanya matahari bisa dikatakan tepat berada di atas rumah anda ataupun saya tentu tidak banyak arti pentingnya, namun jika saat matahari bisa dikatakan tepat berada diatas ka'bah itu baru penting.
dengan cara yang sama di atas maka kapan matahari tepat berada di atas ka'bah dapat diketahui, saat itulah disebut hari qiblat.
contoh perhitungan untuk makkah
makkah 21d 25m 22d LU 39d 49m 31d BT
MEI 2012
deklinasi matahari sebesar 21 25 22 terjadi pada :
27 Mei 2012 jam 17 : 11 : 37 sampai dengan 17 : 14 : 08 waktu mekkah
mengacu lokasi toposentris
atau
27 Mei 2012 jam 17 : 06 : 28 sampai dengan 17 : 08 : 55 waktu mekkah
mengacu lokasi geosentris
tidak tengah hari kan ?
jam tersebut kalu dikonversi ke WIB ya dah malam,
makanya hanya diambil pendekatan, yaitu saat tengah hari makkah 12 : 00 istiwa' makkah
perata waktu tanggal 27 Mei = 0 : 02 : 51 jam
12 : 00 : 00 - 00 : 02 : 51 = 11 : 57 : 9 jam menengah mekkah
selisih bujur ka'bah denga WIB
105 - 39 : 49 : 31 = 65 : 10 : 29
dijadikan jam = 65 : 10 : 29 / 15 = 4 : 20 : 41,933
11 : 57 : 9 + 4 : 20 : 41,933 = 16 : 17 : 50,933 WIB
dibulatkan jam 16 :18 WIB
begitulah prosesnya.
sehingga ya jangan berpikir bahwa pada saat itu benar-benar matahari berada persisi di atas ka'bah.
ya cuma pendekatan, karena selisih antara tengah hari dan saat pas deklinasi benar-benar sama dengan lintang ka'bah adalah kecil sehingga bisa diabaikan.
kita yang tinggal di sekitar katulistiwa maka sebentar lagi matahari akan melintasi atas rumah kita.
Kapan Matahari berada di atas Rumah Anda ?
kalau di atas rumah saya yang koordinatnya -7 : 45 : 37 LS 110 : 19 : 49 BT adalah besok hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2012 jam 11 : 25 WIB.
perhitungannya adalah
===>deklinasi matahari sebesar -7 : 45 : 37 terjadi pada
===>Sabtu 13 Oktober 2012
===>dari jam 01 : 48 :57 sampai dengan 01:50 : 00 WIB merujuk lokasi geosentris
===>atau
===>dari jam 01 : 51 :13 sampai dengan 01:52 : 16 WIB merujuk lokasi toposentris
===> (hasil perhitungan Accurate Times 5.3.2)
maka
===>pada tanggal 13 Oktober tengah hari jam Lokal (110 : 19 :49 BT ) bisa dikatakan matahari tepat berada di atas rumah saya.
jika dikonversi ke dalam jam WIB perhitungannya adalah
===>perata waktu tanggal 13 oktober 2013 = 0 : 13 :41,340
===>selisih bujur antara rumah saya dengan bujur standar WIB (105)
===> = 110 : 19 : 49 - 105 = 5 : 19 : 49
===>dijadikan jam = 5 : 19 : 49/ 15 = 0 : 21: 19,267
tengah hari lokal rumah saya 12:00:00 itiwak lokal
jika dijadikan jam menengah lokal rumah saya adalah
===>12 : 00 : 00 - 0 : 13 :41,340 = 11 : 46 : 18,660 menengah lokal
===>jika dijadikan WIB adalah
===>11 : 46 : 18,660 - 0 : 21: 19,267 = 11 : 24 : 59,393
===>dibulatkan menjadi jam 11 : 24 : 59 WIB.
maka anda di manapun berada pada saat itu jika melihat ke arah matahari, itulah arah rumah saya dari tempat anda.
kapan hal yang sama terjadi bagi rumah anda sendiri ?
jika hanya matahari bisa dikatakan tepat berada di atas rumah anda ataupun saya tentu tidak banyak arti pentingnya, namun jika saat matahari bisa dikatakan tepat berada diatas ka'bah itu baru penting.
dengan cara yang sama di atas maka kapan matahari tepat berada di atas ka'bah dapat diketahui, saat itulah disebut hari qiblat.
contoh perhitungan untuk makkah
makkah 21d 25m 22d LU 39d 49m 31d BT
MEI 2012
deklinasi matahari sebesar 21 25 22 terjadi pada :
27 Mei 2012 jam 17 : 11 : 37 sampai dengan 17 : 14 : 08 waktu mekkah
mengacu lokasi toposentris
atau
27 Mei 2012 jam 17 : 06 : 28 sampai dengan 17 : 08 : 55 waktu mekkah
mengacu lokasi geosentris
tidak tengah hari kan ?
jam tersebut kalu dikonversi ke WIB ya dah malam,
makanya hanya diambil pendekatan, yaitu saat tengah hari makkah 12 : 00 istiwa' makkah
perata waktu tanggal 27 Mei = 0 : 02 : 51 jam
12 : 00 : 00 - 00 : 02 : 51 = 11 : 57 : 9 jam menengah mekkah
selisih bujur ka'bah denga WIB
105 - 39 : 49 : 31 = 65 : 10 : 29
dijadikan jam = 65 : 10 : 29 / 15 = 4 : 20 : 41,933
11 : 57 : 9 + 4 : 20 : 41,933 = 16 : 17 : 50,933 WIB
dibulatkan jam 16 :18 WIB
begitulah prosesnya.
sehingga ya jangan berpikir bahwa pada saat itu benar-benar matahari berada persisi di atas ka'bah.
ya cuma pendekatan, karena selisih antara tengah hari dan saat pas deklinasi benar-benar sama dengan lintang ka'bah adalah kecil sehingga bisa diabaikan.
Kamis, 16 Agustus 2012
RUBU' SIMULATOR
Para penekun ilmu falak tentulah belum afdol kalau belum kenal dengan rubu’ mujayyab, karena piranti itulah pada jamannya menjadi andalan para pendahulu mereka dalam melakukan perhitungan atau hisab.
Sebuah piranti yang compact dengan berbagai fitur dan fasilitas yang serbaguna, lebih dari sekedar touch screen, real touch screen malah, mungkin bersaing dengan computer tablet saat ini, tapi kalah juga mungkin, ya namanya bersaing juga gak harus menang kok.dan memang kalah dan menang bukan satu-satunya isi dunia.
Beberapa fiturnya antara lain, bisa digunakan untuk menghitung besar sudut baik horizontal maupun vertical, sudah include dengan table matematika dan table astronomi, sekaligus sebagai alat hitung, bahkan dalam keadaan darurat bisa digunakan sebagai senjata yang mematikan, karean biasanya terbuat dari kayu berbebtuk seperempat lingkaran dengan ketebalan 3- 4 cm.diameter lingkaran aselinya 30- 40 cm, sehingga kalau dipukulkan tentu bisa membahayakan.
Untuk fitur yang terakhir penulis tidak merekomendasikan.
Banyak gambar yang bisa kita dapatkan di internet ini salah satunya adalah sebagai berikut.
Gambar ini penulis dapatkan dari : http://almalakawi.wordpress.com/2010/03/24/rubu-mujayyab-%D8%A7%D9%84%D8%B1%D8%A8%D8%B9-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AC%D9%8A%D8%A8/
Kali ini kita tidk akan membahas semua fitur piranti menerik ini, hanya akan membahas sedikit tentang cara menggunakan rubu’ mujayyab sebagai alat hitung yang berhubungan dengan fungsi-fungsi trigonometri, segitiga bola yang sangat erat berhubungan dengan ilmu falak.
Secara prinsip perhitungan trigonometri tersebut dikembalikan ke dalam fungsi sinus (jaib) dengan memaikan khoit (tali) dan muri (penanda) pada permukaan rubu’ mujayyab yang beripa grid-grid.
Sinus dan Jaib
Sinus adalah perbandingan garis tinggi dengan garis miring dalam sebuah segitiga siku-siku, seperti gambar berikut ini.
sinus sudut C = y/r
jaib sudut AMB adalah panjang AB atau MB'
Begitu juga dengan jaib, secara prinsip adalah sama yang membedakan adalah besar satuannya, rubu’ mujayyab biasanya dibuat berdasarkan lingkaran dengan jari-jari 60 satuan, kemudian dipakai seperematnya maka disebut dengan rubu’ (seperempat) yang dibuat garis-garis jaib (mujayyab).
Jari-jari lingkaran itulah yang menjadi sisi miringnya jika di komparasika dengan sebuah segitiga siku-siku tadi. Sehingga jaib = sinus dalam 60 satuan.
Maka bisa dipahami bahwa Jaib A = 60 x Sin A.
Untuk fungsi- fungsi trigonometri yang lain diperhitungan sebagai berikut :
Cosinus suatu sudut = sinus komplemen sudut tersebut (Tamamul Jaib)
Tangent suatu sudut = perbandingan sinus dan cosinus sudut tersebut (dhil) , dan sebaginya.
Sehingga :
Jaib A = 60 x Sin A.
Tamamu jaib A = 60 x cos A = 60 x sin (90 –A)
Perkalian sinus (jaib) dengan rubu’
Untuk memudahkan kita buat contoh, misal :
Sin A = sin 34 x sin 50
Cara menghitungnya.
1. letakkan khoit pada Jaibut tamam
2. geser sejauh 34 derajat pada qousul irtifa’
3. dari titik 34 derajat tersebut proyeksikan (tarik garis ) kea rah sittini, itulah jaib nilai sinus 34 derajat, kemudian berilah tanda auat diingat-ingat
4. letakkan khoit pada sittini, kemudian muri diletakkan pada jaib 34 yang telah ditandai.
5. geser khoit sampai ke 50 derajat pada qousul irtifa’.
6. lihat posisi muri. Dari posisi muri tersebut tarik garis ke bawah menuju qous. Itulah hasilnya.
Pembagian sinus (jaib) dengan rubu’
Untuk memudahkan kita buat contoh, misal
Sin B = sin 34 / sin 50
Cara menghitungnya
1. letakkan khoit pada jaibut tamam
2. geser sejauh 34 derajat pada qousul irtifa’
3. dari titik 34 derajat tersebut proyeksikan (tarik garis ) kea rah sittini, itulah jaib nilai sinus 34 derajat, kemudian berilah tanda auat diingat-ingat.
4. letakkan khoit pada jaibut tamam
5. geser sejauh 50 derajat pada qousul irtifa’
6. dari titik 50 derajat tersebut proyeksikan (tarik garis ) kea rah sittini, itulah jaib nilai sinus 50 derajat, kemudian berilah tanda auat diingat-ingat.
7. letakkan khoit pada sittini, kemudian muri diletakkan pada jaib 50 yang telah ditandai.
8. geser khoit sepanjang qousul irtifa’ sampai muri menyentuh garis jaib 34 tadi
9. derajat qousul irtifa’ yang ditunjukkan oleh khoi tersebut adalah hasilnya.
Catatan :
1. untuk pembagian disyaratkan bahwa penyebut harus lebih besar daripada pembilangnya.
2. jika yang dihitunga adalah cosinus ataupun tangent maka perlu diubah bentuknya menjadi sinus terlebih dahulu, sehingga langkahnya menjadi bertambah panjang.
Untuk memberi gambaran yang lebih hidup penulis sediakan sebuah file excel yang dapat mengilustrasikan dan mensimulasikan perhitungan dengan rubu’ tersebut. Pengguna tinggal memasukkan bilangan-bilangan yang akan dihitung kemudian akan muncul peragaan proses perhitungan tersebut.
File ini penulis buat dengan Ms Excel 2003, dan berjalan baik di excel 2003 tersebut. Silakan coba sendiri di excel versi yang lain.
Program ini masih teramat sederhana dan masih banyak kekurangannya. Masukan-masukan yang baik tentu sangat bermanfaat bagi pengembangan selanjutnya, atau para pembaca junga ingin mengembangkan sendiri, membuat yang lebih bagus atau menyalin ke dalam bahas pemrograman yang lain, atau sekedar mengambil idenya penulis persilakan melihat kodenya sendiri. Tidak penulis proteksi.
silakan unduh di SINI
semoga bermanfaat
Sebuah piranti yang compact dengan berbagai fitur dan fasilitas yang serbaguna, lebih dari sekedar touch screen, real touch screen malah, mungkin bersaing dengan computer tablet saat ini, tapi kalah juga mungkin, ya namanya bersaing juga gak harus menang kok.dan memang kalah dan menang bukan satu-satunya isi dunia.
Beberapa fiturnya antara lain, bisa digunakan untuk menghitung besar sudut baik horizontal maupun vertical, sudah include dengan table matematika dan table astronomi, sekaligus sebagai alat hitung, bahkan dalam keadaan darurat bisa digunakan sebagai senjata yang mematikan, karean biasanya terbuat dari kayu berbebtuk seperempat lingkaran dengan ketebalan 3- 4 cm.diameter lingkaran aselinya 30- 40 cm, sehingga kalau dipukulkan tentu bisa membahayakan.
Untuk fitur yang terakhir penulis tidak merekomendasikan.
Banyak gambar yang bisa kita dapatkan di internet ini salah satunya adalah sebagai berikut.
Gambar ini penulis dapatkan dari : http://almalakawi.wordpress.com/2010/03/24/rubu-mujayyab-%D8%A7%D9%84%D8%B1%D8%A8%D8%B9-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AC%D9%8A%D8%A8/
Kali ini kita tidk akan membahas semua fitur piranti menerik ini, hanya akan membahas sedikit tentang cara menggunakan rubu’ mujayyab sebagai alat hitung yang berhubungan dengan fungsi-fungsi trigonometri, segitiga bola yang sangat erat berhubungan dengan ilmu falak.
Secara prinsip perhitungan trigonometri tersebut dikembalikan ke dalam fungsi sinus (jaib) dengan memaikan khoit (tali) dan muri (penanda) pada permukaan rubu’ mujayyab yang beripa grid-grid.
Sinus dan Jaib
Sinus adalah perbandingan garis tinggi dengan garis miring dalam sebuah segitiga siku-siku, seperti gambar berikut ini.
sinus sudut C = y/r
jaib sudut AMB adalah panjang AB atau MB'
Begitu juga dengan jaib, secara prinsip adalah sama yang membedakan adalah besar satuannya, rubu’ mujayyab biasanya dibuat berdasarkan lingkaran dengan jari-jari 60 satuan, kemudian dipakai seperematnya maka disebut dengan rubu’ (seperempat) yang dibuat garis-garis jaib (mujayyab).
Jari-jari lingkaran itulah yang menjadi sisi miringnya jika di komparasika dengan sebuah segitiga siku-siku tadi. Sehingga jaib = sinus dalam 60 satuan.
Maka bisa dipahami bahwa Jaib A = 60 x Sin A.
Untuk fungsi- fungsi trigonometri yang lain diperhitungan sebagai berikut :
Cosinus suatu sudut = sinus komplemen sudut tersebut (Tamamul Jaib)
Tangent suatu sudut = perbandingan sinus dan cosinus sudut tersebut (dhil) , dan sebaginya.
Sehingga :
Jaib A = 60 x Sin A.
Tamamu jaib A = 60 x cos A = 60 x sin (90 –A)
Perkalian sinus (jaib) dengan rubu’
Untuk memudahkan kita buat contoh, misal :
Sin A = sin 34 x sin 50
Cara menghitungnya.
1. letakkan khoit pada Jaibut tamam
2. geser sejauh 34 derajat pada qousul irtifa’
3. dari titik 34 derajat tersebut proyeksikan (tarik garis ) kea rah sittini, itulah jaib nilai sinus 34 derajat, kemudian berilah tanda auat diingat-ingat
4. letakkan khoit pada sittini, kemudian muri diletakkan pada jaib 34 yang telah ditandai.
5. geser khoit sampai ke 50 derajat pada qousul irtifa’.
6. lihat posisi muri. Dari posisi muri tersebut tarik garis ke bawah menuju qous. Itulah hasilnya.
Pembagian sinus (jaib) dengan rubu’
Untuk memudahkan kita buat contoh, misal
Sin B = sin 34 / sin 50
Cara menghitungnya
1. letakkan khoit pada jaibut tamam
2. geser sejauh 34 derajat pada qousul irtifa’
3. dari titik 34 derajat tersebut proyeksikan (tarik garis ) kea rah sittini, itulah jaib nilai sinus 34 derajat, kemudian berilah tanda auat diingat-ingat.
4. letakkan khoit pada jaibut tamam
5. geser sejauh 50 derajat pada qousul irtifa’
6. dari titik 50 derajat tersebut proyeksikan (tarik garis ) kea rah sittini, itulah jaib nilai sinus 50 derajat, kemudian berilah tanda auat diingat-ingat.
7. letakkan khoit pada sittini, kemudian muri diletakkan pada jaib 50 yang telah ditandai.
8. geser khoit sepanjang qousul irtifa’ sampai muri menyentuh garis jaib 34 tadi
9. derajat qousul irtifa’ yang ditunjukkan oleh khoi tersebut adalah hasilnya.
Catatan :
1. untuk pembagian disyaratkan bahwa penyebut harus lebih besar daripada pembilangnya.
2. jika yang dihitunga adalah cosinus ataupun tangent maka perlu diubah bentuknya menjadi sinus terlebih dahulu, sehingga langkahnya menjadi bertambah panjang.
Untuk memberi gambaran yang lebih hidup penulis sediakan sebuah file excel yang dapat mengilustrasikan dan mensimulasikan perhitungan dengan rubu’ tersebut. Pengguna tinggal memasukkan bilangan-bilangan yang akan dihitung kemudian akan muncul peragaan proses perhitungan tersebut.
File ini penulis buat dengan Ms Excel 2003, dan berjalan baik di excel 2003 tersebut. Silakan coba sendiri di excel versi yang lain.
Program ini masih teramat sederhana dan masih banyak kekurangannya. Masukan-masukan yang baik tentu sangat bermanfaat bagi pengembangan selanjutnya, atau para pembaca junga ingin mengembangkan sendiri, membuat yang lebih bagus atau menyalin ke dalam bahas pemrograman yang lain, atau sekedar mengambil idenya penulis persilakan melihat kodenya sendiri. Tidak penulis proteksi.
silakan unduh di SINI
semoga bermanfaat
Jumat, 03 Agustus 2012
beberapa hari lalu ada tetangga yang kebetulan butuh format excel untuk mengoreksi ulangan siswanya. jadinya seperti tampak berikut ini
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5JKZMi9g_cs89Wp1g4u_otEk6zbttOWLuQ1zyf5LHxtDCPJfcd3tYvj6JH3T7bBEakIaCp1l8h_-C_0Ht4uPO6FMBfQibDhK0ruz-xbM1dvpjBh7b6hlVr-SSi8R_-orVzo_kbbNf8h2B/h120/KOREKTOR.JPG
selanjutnya bisa diunduh di :
http://www.4shared.com/rar/8H6IUbad/KOREKTOR.html
atau di :
http://liekwasil.mywapblog.com/files/korektor-2.rar
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5JKZMi9g_cs89Wp1g4u_otEk6zbttOWLuQ1zyf5LHxtDCPJfcd3tYvj6JH3T7bBEakIaCp1l8h_-C_0Ht4uPO6FMBfQibDhK0ruz-xbM1dvpjBh7b6hlVr-SSi8R_-orVzo_kbbNf8h2B/h120/KOREKTOR.JPG
selanjutnya bisa diunduh di :
http://www.4shared.com/rar/8H6IUbad/KOREKTOR.html
atau di :
http://liekwasil.mywapblog.com/files/korektor-2.rar
Sabtu, 14 Juli 2012
Hisab AwalBulaQomariyah
mau nulis panjang-panjang lagi malas, yaudah gini aja :
bagi yang butuh hisab awal bulan qomariyah dalam format excel, kali ini saya bagikan file berikut, ini saya buat berdasar Badi'atul Mitsal tapi pengerjaanny sudah saya modifikasi, bilatertarik silakan download sendiri :
http://liekwasil.mywapblog.com/files/badiatul-mitsal.rar
bagi yang butuh hisab awal bulan qomariyah dalam format excel, kali ini saya bagikan file berikut, ini saya buat berdasar Badi'atul Mitsal tapi pengerjaanny sudah saya modifikasi, bilatertarik silakan download sendiri :
http://liekwasil.mywapblog.com/files/badiatul-mitsal.rar
Rabu, 11 Juli 2012
mumpung mau romadlon posting doa sholat tarowih atau doa Kamilin
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِفَاعِلِيْنَ، وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدٰى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأ ٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ ا ٰكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلـٰئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفـٰى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأ ٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allahummaj`alnaa bil iimaani kaamiliin, wa lilfa-roo-idhi mu’addin, walishsholaati haafizhiin, walizzakaati faa`iliin, wa limaa ‘indaka thoolibion, wa li`afwika roojiin, wa bil-hudaa mutamassikiin, wa `anil laghwi mu’-ridhiin. wa fid dunya zaahidiin, wa fil aakhiroti rooghibiin –wa bil qadhoo-i radhiin, wa bin-na`maa-i syakiriin, wa’alal-balaa-i shoobiriin wa tahta liwaa-i sayyidinaa Muhammadin sholalloohu ‘alaihi wa sallama yaumal–qiyaamati saa-iriin wa ilal hawdhi waaridiin wa fil jannati dakhiliin wa minan naari naajiin wa`alaa sariiril-karoomati qoo`idiin wa bihurin ‘iinin mutazawwijiin, wa min sundusin wa istabroqin wa diibajin mutalabbisiin, wa min tho aa’amil jannati aakilin , wa min labanin wa’asalin mushof-fan syaaribiin, bi-akwabin wa abaariiqa wa ka’sin min ma’iin ma`al-ladziina an`amta `alaihim minan-nabiy-yiina wash-shiddiiqiina wasy-syuhaada’i wash-shoolihiin. Wa hasuna ula’ika rofiiqoo, dzaalikal-fadhlu minallloohi wa kafaa billaahi `aliimaa. Allahummaj`alna fi haadzihil lailatisy-syariifatil-mubaarakati minas-su`adaa-il-maqbuuliina wa la taj`alnaa minal-asyqiyaa-il –marduudiina. washollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa Aalihii wa shohbihii ajma’iin. birahmatika ya Arhamar-rahimin.Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.
Arti Do’a Kamilin
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akherat , yang ridha dengan ketentuan, yang ber¬syukur atas nikmat yang diberikan, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini tergolong orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya, Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas penghulu kita Muhammad, keluarga beliau dan shahabat beliau semuanya, berkat rahmat-Mu, oh Tuhan, Yang paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
DOA SHOLAT TAROWIH
Allahummaj`alnaa bil iimaani kaamiliin, wa lilfa-roo-idhi mu’addin, walishsholaati haafizhiin, walizzakaati faa`iliin, wa limaa ‘indaka thoolibion, wa li`afwika roojiin, wa bil-hudaa mutamassikiin, wa `anil laghwi mu’-ridhiin. wa fid dunya zaahidiin, wa fil aakhiroti rooghibiin –wa bil qadhoo-i radhiin, wa bin-na`maa-i syakiriin, wa’alal-balaa-i shoobiriin wa tahta liwaa-i sayyidinaa Muhammadin sholalloohu ‘alaihi wa sallama yaumal–qiyaamati saa-iriin wa ilal hawdhi waaridiin wa fil jannati dakhiliin wa minan naari naajiin wa`alaa sariiril-karoomati qoo`idiin wa bihurin ‘iinin mutazawwijiin, wa min sundusin wa istabroqin wa diibajin mutalabbisiin, wa min tho aa’amil jannati aakilin , wa min labanin wa’asalin mushof-fan syaaribiin, bi-akwabin wa abaariiqa wa ka’sin min ma’iin ma`al-ladziina an`amta `alaihim minan-nabiy-yiina wash-shiddiiqiina wasy-syuhaada’i wash-shoolihiin. Wa hasuna ula’ika rofiiqoo, dzaalikal-fadhlu minallloohi wa kafaa billaahi `aliimaa. Allahummaj`alna fi haadzihil lailatisy-syariifatil-mubaarakati minas-su`adaa-il-maqbuuliina wa la taj`alnaa minal-asyqiyaa-il –marduudiina. washollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa Aalihii wa shohbihii ajma’iin. birahmatika ya Arhamar-rahimin.Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.
Arti Do’a Kamilin
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akherat , yang ridha dengan ketentuan, yang ber¬syukur atas nikmat yang diberikan, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini tergolong orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya, Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas penghulu kita Muhammad, keluarga beliau dan shahabat beliau semuanya, berkat rahmat-Mu, oh Tuhan, Yang paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Langganan:
Postingan (Atom)



