Jumat, 01 Februari 2013

SIMULASI QIBLAT PADA PEMUKAAN BOLA

===POSTING JUMAT===
UNTUK MENYIMULASIKAN ARAH QIBLAT PADA PERMUKAAN BUMI, BISA DENGAN SEBUAH BOLA PALSTIK DAN EMPAT BUAH KARET GELANG YANG DILINGKARKAN PADA BOLA TERSEBUT.
KARET 1 UNTUK MEMBENTUK LINGKARAN EKUATOR YANG MEMBAGI BELAHAN BUMI UTARA DAN SELATAN
KARET 2 UNTUK MEMBENTUK LINGKARAN YANG MELALUI MERIDIAN KA'BAH.
KARET 3 UNTUK MEMBENTUK LINGKARAN YANG MELALUI MERIDIAN KOTA KITA
KARET 4 UNTUK MEMBENTUK LINGKARAN QIBLAT YANG MENGHUBUNGKAN KA'BAH DAN KOTA KITA.
SELAMAT MENCOBA DAN MAAF BELUM ADA FOTONYA.

SEBAGAI GANTINYA SAYA BUATKAN BOLA TIRUAN DALAM SPREADSHEET EXCEL YANG BISA ENYIMULASIKAN SECARA INTERAKTIF 3D
SILAKAN AMBIL DI :
http://liekwasil.mywapblog.com/files/bola-qiblat.rar

Sabtu, 12 Januari 2013

NISFUL FADL-LAH DAN NISFU QOUSIN NAHAR








NISFUL FADL-LAH DAN  NISFU QOUSIN NAHAR
Sebuah misi penelusuran tentang keberadaan bu’dul quthur dan ashlul muthlaq
Yang gagal total dan berdarah-darah *)
Oleh :AlbieHamsil

Bismillahirrohmaanirrohiim
Ketika matahari berda di katulistiwa maka belahan bumi utara maupun selatan panjang siang dan malamnya sama.

Gambar.1

Ketika matahari berada di sebelah uatara katulistiwa, maka belahan bumi uatara siangnya lebih panjang dari pada malamnya, sebaliknya belahan bumi selatan malamnya lebih panjang daripada siangnya, hanya daerah katulistiwa saja yang siang dan malamnya sama atau normal

Gambar.2
Sebaliknya ketika matahari di selatan katulistiwa, belahna bumi utara malamnya lebih panjang, dan siangnya lebih pendek, sementara belahan bumi selatan berkebalikan.

Gamabr.3

Siang adalah rentang waktu dari terbit matahari sampai tenggelam, sedang malam adalah dari tenggelam matahari sampai terbitnya. Karena sehari semalam adalah 24 jam, maka saat normal atau saat matahari berda di katulistiwa maka saat terbit matahari adalah jam 6 pagi, saat tenggelam adalah jam 6 sore dalam waktu istiwa’ setempat. Tengah hari dan tengah malam adalah jam 12.
Saat matahari di sebelah utara katulistiwa dan belehan bumi utara mengalami siang lebih panjang daripada malamnya maka yang terjadi adalah, matahari terbit sebelum jam 6 dan tenggelam setelah jam enam. Tengah hari adalah tetap jam 12. sehingga perbedaan atau selisih panjang siang dan malam berada di kedua tepinya, pagi dan sore. Lihatlah ketiga gambar di atas sebagi ilustrasinya.
Seberapa perbedaan panjang siang saat normal dan saat mengalami lebih panjang dipengaruhi oleh lintang tempat dan deklinasi matahari.
Saat matahari di utara katulistiwa maka semakin mendekati kutub utara tempat tersebut lebih panjang siangnya, dan di daerah kutub utara bahkan tidak mengalami malam sama sekali, karena matahari di utara katulistiwa selama 6 bulan, maka di kutub utara panjang siangnya adalah 6 bulan tersebut. Begitu juga sebaliknya saat matahari di selatan katulistiwa.
Di atas dikatakan bahwa siang adalah rentang waktu dari terbit sampai tenggelam. Jika dibagi dua bagian yang sama panjang  maka hasilnya adalah waktu terbit sampai tengah hari dan tengah hari sampai tenggelam. Dari terbit sampai tengah hari atau tengah hari sampai tenggelam, itulah separuh busur siang atau nisfu qousin nahar.
Saat normal separuh busur siang adalah 6 jam atau perjalanan matahari semu harian sepanjang 90 derajat, saat lebih panjang maka menjadi lebih dari 90 derajat, jika lebih pendek maka kurang dari 90 derajat. Tergantung lintang dan deklinasi sebagai mana di atas. Selisih itulah yang disebut nisful fadl-lah atau separuh selisih siang dan malam, sementara separuh yang lain juga ada di separuh busur siang yang lain.
Perhatikan lagi gambar berikut :

Gambar.4

Ilustrasi nisfu qousin nahar untuk daerah dengan nilai lintang F  pada saat deklinasi sebesar d

Gambar.5

Ilustrasi nisful fadl-lah untuk daerah dengan nilai lintang F saat deklinasi sebesar d






Penjelasannya  adalah sebagi berikut :

Gambar.6
Ilustrasi tempat dengan nilai lintang F

Sebuah tempat dengan nilai lintang sebesar F adalah tempat yang berada di lingkaran parallel sejauh F dari katulistiwa atau besarnya  sudut di pusat bumi. Jika r (jari-jari bumi) senilai 1 maka tinggi bidang lingkaran parallel tersebut dari bidang katulistiwa adalah sebesar sin F dan jari-jari lingkaran paraler tersebut adalag sebesar cos F. karena dalam segitiga siku-siku sin adalah perbandingan sisi tegak terhadap sisi miringnya dan cos adalah perbandingan sisi datar terhadap sisi miringnya.

Gambar.7
Ilustrasi sinar matahari membentuk sudut sebesar deklinasinya

cahaya matahri datang di bidang katulistiwa membentuk sudut sebesar deklinasinya, sudut yang sama juga terbentuk di titik pusat antara garis poros bumi dengan bidang batas siang dan malam, sehingga jarak antara kutub dan bidang batas tersebut juga bernilai sebesar deklinasi, pun begitu juga di kedua tepi daaerah batas tersebut, antara bidang batas dan bidang normal yang sejajar dengan poros.
Kalau gambarnya kita jadikan satu maka menjadi sebagi berikut :

Gambar.8
Ilustrasi nisful fadl-lah

Nisful fadl-lah adalah sudut merah yang ada di kutub, begitu juga ada di pusat lingkaran parallel maupun sudut yang ada di pusat bola bumi juga busur yang terbentuk di garis katulistiwa.
Supaya lebih jelas gambar tersebut kita sederhanakan sebagi berikut :

Gambar.9

Disederhanakan lagi

Gambar.10


Perhatikan gambar bagian kanan di mana ada segitiga siku-siku dengan garis tegak sebesar sin F , sisi datar b sisi miring a serta sudut lancip sebesar d.
Dengan demikian kita bisa membuat persamaan sebagi berikut :



Kemudian

Atau
Bisa juga langsung




Ingat kembali di mana posisi b dalam-gambar terdahulu, kemudian perhatikan gambar berikut ini :

Gambar.11

Ini adalah penampang lingkaran parallel lintang F, sebuah lingkaran dengan jari-jari sebesar cos F , garis tegak b yang nilainya sudah dihitung di atas, sudut t merupakan nisful fadl-lah yang kita cari. Nilai nya adalah :


Sampai di sini kita berhasil menggambar dan kemudian merumuskan nisful fadl-lah dengan segitiga datar. Hasilnya adalah  :



Sekarang kita bandingkan denga gambar berikut :

Gambar.12

Keterangan gambar :
P          = Lokasi
M         = Matahari di Horison
M’        = Matahari saat kulminasi
p – P    = nilai lintang tempat = F
m – M = nilai deklinasi Mataharu  = d
p – n    = 90° = sudut yang terbentuk di kutub
n – m   = nisful fadl-lah (t)

suapaya lebih jelas kita sendirikan gambarnya

Gambar.13

dari gambar kita mempunyai sebuah segitiga bola yang penting yaitu : M-m-n yang siku-siku di titik m, sementara sudut yang terbentuk oleh bujur normal dan lingkaran horizon adalah sama nilai lintangnya = F, sehingga ÐMnm = 90 - F
dari data tersebut sudah cukup untuk membuat persamaan sebagi berikut :
kita memakai aturan sinus unsur tengah adalah hasil kali dua unsur yang mengapitnya :


Kemudian menggunakan aturan sinus unsure tengah adalah hasil cosinus dua unsur di hadapnnya, untuk mengecek unsure\-unsur yang lain sebagai berikut :






Kemudian


Terakhir


Sampai di sini hasil akhir yang di dapat adalah sama bahwa :


Jika dibandingkan dengan rumus nisful fadl-lah yang ada di durusul falakiyah dan semacamnya , bahwa nisful fadl-lah adalah



Memang hasil akhirnya adalah sama, namun penulis gagal menemukan objek bu’dul quthur dan al aslul mutlak tersebut, dimana bu’dul quthur dirumuskan dengan        Sin Bu’dul quthur = sin F x Sin d  dan Al aslul mutlak dirumuskan dengan sin As alul Mutlak = Cos F x Cos d.
Maka sebenarnya dari awal tulisan ini dimaksudkan untuk melacak keberadaan bu’dul quthur dan al aslul muthlaq, namun sampai akhir tulisan ini dengan metode segitiga datar maupun segitiga bola, kedua hal tersebut tidak terdeteksi maka dengan ini penulis nyatakan bahwa misi ini gagal. Dan bagi penulis kedua hal tersebut masih misteri, penulis belum menemukan metode yang dahulu dipakai para ulama’ untuk merumuskannya.

Sebelum tulisan ini benar-benar berakhir, perlu ditambahkan bahwa ketika telah diketahui nisful fadl-lah maka dengan menambahkan 90 derajat maka hasilnya adalah separuh busur siang atau nisfu qousin nahar, jika dikalikan dua kali maka hasilnya adalah panjang siang.
Wallahu a’lam

dalam bentuk file yang lebih lengkap silakan ambil di SINI


PERHITUNGAN ARAH QIBLAT DENGAN CARA LAIN

PERHITUNGAN ARAH QIBLAT DENGAN CARA LAIN*)



Insya Alloh langkah-langkah
berikut belum pernah dimuat dalam kitab atau buku falak manapun seluruh dunia, sehingga juga belum pernah diajarkan dalam kelas, perkuliahan, kursus ataupun pelatihan falak manapun seluruh dunia. Jika ada kesamaan cerita, tempat maupun nama pelaku, maka hanya kebetulan dan bukan kesengajaan atau rekayasa. maksudnya selama ini penulis belum pernah menjumpainya.

Mungkin langkah-langkahnya agak bertele-tele maka tidak diajarkan, sehingga ini hanya bertujuan sekedar menunjukkan salah satu cara penyelesaian perhitungan dengan pendekatan segitiga bola, sebagai suatu seni kreatifitas.



Jika dimasukkan ke dalam kaidah segitiga bola, perhitungan arah qiblat adalah kasus perhitungan segitiga bola yang diketahui tiga buah unsurnya, yaitu duah buah busur dan sebuah sudut, kemudian mencari nilai sudut yang lain.

Contoh perhitungan arah qiblat kota Yogyakarta
Diketahui :
Koordinat Yogyakarta adalah -7 48’ LS 110 21’ BT
F1 = -7 48’
l1 = 110 21’

Koordinat Ka’bah adalah 21 25’ LU 39 50’ BT
F2 = 21 25’
l2 = 39 50’

Misalkan segitiga tersebut dinotasikan sebagai segitiga bola ABC, dengan A adalah koordinat Ka’bah, B adalah lokasi yang dihitung arah qiblatnya dan C adalah sudut selisih bujur antara Ka’bah dan lokasi tersebut, maka tuga buah unsur yang diketahui adalah :
a = 90 – lintang lokasi setempat misal dirumuskan dengan a = 90 – F1
b = 90 – lintang Ka’bah missal dirumuskan dengan b = 90 – F2, dan
C = selisih bujur Ka’bah dan Lokasi setempat,= Dl = l1 -– l2
a = 90 – (-7 48’) = 90 + 7 48’ = 97 48’
b = 90 – 21 25’ = 68 35’
C = 110 21’ - 39 50’ = 70 31’
Sedangkan yangdicari adalah sudut B.

Selama ini langkah-langkah yang sering diajarkan adalah menghitung nilai busur c dengan aturan cosinus kemudian menghitung nilai sudut B baik dengan aturan sinus ataupun cosinus.
Bisa juga dengan rumus tangen sehingga tidak perlu menghitung sisi c, atau dengan analogi Napier, setengah penjumlahan dan pengurangan dua buah sudut dan dapat juga dengan haversin.

Kali ini kita coba hitung dengan langkah-langkah yang lain.




Lihat gambar
Misal kita tarik sebuah garis (d) dari titik A tegak lurus dengan busur (a), sehingga kita mendapatkan dua buah segitiga bola siku-siku.
1. hitung d

Sin d = sin b x sin C
= sin (68 35’) x sin (70 31’)
= 0,93094963811875957 x 0,94273855168887953
Sin d = 0,87764211353536591
Sin d = 61 21' 33,221''

2. Hitung a1

Cos a1 = Cos b / Cos d
= Cos (68 35’) / Cos (61 21' 33,221'')
= 0,3651476020550465 / 0,47931651395416775
= 0,76180893297985122
a1 = 40 22' 33,852''


a1 = 40 22' 33,852''


3. hitung a2

a2 = a – a1
= 97 48 - 40 22' 33,852''
= 57 25' 26,148''

4. Hitung B

Tan B = tan d / sin a2
= tan (61 21' 33,221'') / sin (57 25' 26,148'')
= 1,83102832467667921 / 0,84267734496083921
= 2,17287000252958091
B = 65 : 17' : 13,663''

Arah qiblat Yogyakarta adalah 65 : 17' : 13,663'' UB atau 24 : 42' : 46,337'' BU.

dalam bentuk file yang lebih lengkap silakan ambil di
http://liekwasil.mywapblog.com/files/perhitungan-arah-qiblat-d.rar

Sabtu, 22 Desember 2012

CONTOH PERHITUNGAN SEDERHANA AWAL WAKTU SHOLAT



=CONTOH PERHITUNGAN SEDERHANA AWAL WAKTU SHOLAT=
Yogyakarta 21 Desember 2012

Bahan-bahan data
Lintang (P) = - 07° 48' 00" LS
Bujur (L) = 110° 21' 00"BT
Deklinasi Matahari (D) = - 23° 26' 14,46"
Perata waktu (PW) = 0 : 01 : 51,06
Selisih bujur WIB = 105 - 110° 21' 00" = - 05° 21' 00"
Selisih dalam jam = - 05° 21' 00" / 15 = - 00 : 21 : 24



=awal waktu MAGHRIB=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = -1

Proses
Cos tm             = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm             = -tan (-7° 48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(-1) / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26' 14,46")
Cos tm             = -( -0,136982960638829) x  (-0,433512814140978) + (-0,017452406437284) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)

Cos tm             =- 0,059383868755902 + (-0,019199425045074)
Cos tm             = -0,078583293800976
tm                    =  94,507138064589400
tm                    =  94° 30' 25,7"


dijadiakn jam = 94,507138064589400 / 15 = 6,300475870972630
                        = 06 : 18 : 01,71


**maghrib = 06 : 18 : 01,71 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 06 : 20 istiwak setempat
Dijadikan jam menengah setempat
12 + istiwak - pw
12 + 06 : 18 : 01,71 - 0 : 01 : 51,06 = 18 : 16 : 10,65

Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
18 : 16 : 10,65 + (- 00 : 21 : 24) = 17 : 54 : 46,65
 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 17 : 56 WIB


=awal waktu ISYA=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = -18

Proses
Cos tm             = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm             = -tan (-7° 48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(-18) / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26' 14,46")
Cos tm             = -( -0,136982960638829) x  (-0,433512814140978) +(-0,309016994374947) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)

Cos tm             =- 0,059383868755902 + (-0,339950174921513)
Cos tm             = -0,399334043677414
tm                    =  113,536552933634000
tm                    =  113° 32' 11,59"

dijadiakn jam = 113,536552933634000 / 15 = 7,569103528908910
                        = 07 : 34 : 08,77

**isya =  07 : 34 : 08,77 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 07 : 36 istiwak setempat

Dijadikan jam menengah setempat
12 + istiwak - pw
12 +  07 : 34 : 08,77  - 0 : 01 : 51,06 = 19 : 32 : 17,71


Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
19 : 32 : 17,71+ (- 00 : 21 : 24) = 19 : 10 : 53,71

 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 19 :12 WIB


=awal waktu SUBUH=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = -20

Proses
Cos tm             = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm             = -tan (-7° 48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(-20) / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26' 14,46")
Cos tm             = -( -0,136982960638829) x  (-0,433512814140978) + (-0,342020143325669) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)

Cos tm             =- 0,059383868755902 + (-0,376257000963401)
Cos tm             = -0,435640869719302
tm                    =  115,826080424442000
tm                    =  115° 49' 33,89"


dijadiakn jam = 115,826080424442000 / 15 = 7,721738694962820
                        = 07 : 43 : 18,26
Karena sebelum zawal maka hasilnya dikurangkan dari 12
12 - 07 : 43 : 18,26 = 04 : 16 : 41,74


**subuh =  04 : 16 : 41,74 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 04 : 45 istiwak setempat

Dijadikan jam menengah setempat
istiwak - pw
04 : 16 : 41,74 - 0 : 01 : 51,06 = 04 : 14 : 50,68


Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
04 : 14 : 50,68+ (- 00 : 21 : 24) = 03 : 53 : 26,68

 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 03 : 55 WIB

**IMSAK**
Imsak = subuh – 10 menit
04 : 45 – 0 : 10 = 04 : 35 istiwak
03 : 55 – 0 : 10 = 03 45 WIB


=TERBIT=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = -1

Proses
Cos tm             = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm             = -tan (-7° 48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(-1) / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26' 14,46")
Cos tm             = -( -0,136982960638829) x  (-0,433512814140978) + (-0,017452406437284) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)

Cos tm             =- 0,059383868755902 + (-0,019199425045074)
Cos tm             = -0,078583293800976
tm                    =  94,507138064589400
tm                    =  94° 30' 25,7"


dijadiakn jam = 94,507138064589400 / 15 = 6,300475870972630
                        = 06 : 18 : 01,71

Karena sebelum zawal maka hasilnya dikurangkan dari 12
12 - 06 : 18 : 01,71 = 05 : 41 : 58,29


**terbit  = 05 : 41 : 58,29 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 05 : 43 istiwak setempat

Dijadikan jam menengah setempat
istiwak - pw
05 : 41 : 58,29 - 0 : 01 : 51,06 = 05 : 40 : 07,23

Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
05 : 40 : 07,23+ (- 00 : 21 : 24) = 05 : 18 : 43,23
 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 05 : 20  WIB


=DLUHA=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = 04° 30' 00"

Proses
Cos tm             = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm             = -tan (-7° 48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(04° 30' 00") / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26' 14,46")
Cos tm             = -( -0,136982960638829) x  (-0,433512814140978) + (0,078459095727845) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)

Cos tm             =- 0,059383868755902 + 0,086312998321710
Cos tm             = 0,026929129565808
tm                    =  88,456887986431000
tm                    =  88° 27' 24,8"

0,059383868755902  6,102874134237930 6,072024134237930 5,715357467571270


dijadiakn jam = 88,456887986431000 / 15 = 5,897125865762070
                        = 05 : 53 : 49,65

Karena sebelum zawal maka hasilnya dikurangkan dari 12
12 - 05 : 53 : 49,65 = 06 : 06 : 10,35


**dluha = 06 : 06 : 10,35 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 06 : 08 istiwak setempat

Dijadikan jam menengah setempat
istiwak - pw
06 : 06 : 10,35  - 0 : 01 : 51,06 = 06  : 04 : 19,29

Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
06  : 04 : 19,29+ (- 00 : 21 : 24) = 05 : 42 : 55,29
 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 05 : 44  WIB

= = awal Dhuhur = =
Istiwak = 12 :00 istiwak
Zawal = 12 lebih sedikit
Kita pake jam 12 :02 istiwak
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 12 : 04 istiwak

Dijadikan jam menengah setempat
istiwak - pw
12 : 02   - 0 : 01 : 51,06 = 12 : 00 : 08,94

Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
12 : 00 : 08,94+ (- 00 : 21 : 24) = 11 : 38 : 44,94
 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 11 : 38  WIB


                                
=awal waktu ASHAR=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D

Cotan hm         = tan [P-D] +1
Cotan hm         = tan [(-7° 48’) - (- 23° 26' 14,46")] +1
Cotan hm         = tan 15° 38' 14,46" +1
Cotan hm         = 0,279907842895873+1
Cotan hm         = 1,279907842895873
Tan hm             = 1/ 1,279907842895873
Tan hm             = 0,781306252282536
Hm                   = 38,00073383
Hm                   = 38° 00' 02,64"

Proses
Cos tm             = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm             = -tan (-7° 48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(38° 00' 02,64") / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26' 14,46")
Cos tm             = -( -0,136982960638829) x  (-0,433512814140978) + (0,615671567859326) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)

Cos tm             =- 0,059383868755902 + 0,677301446191750
Cos tm             = 0,617917577435848
tm                    =  51,835776093828400
tm                    =  51° 50' 08,79"

3,455718406255230 15,424868406255200 15,068201739588600



dijadiakn jam = 51,835776093828400/ 15 = 3,455718406255230
                        = 03 : 27 : 20,59

**ashar =  03 : 27 : 20,59 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 03 : 29 istiwak setempat

Dijadikan jam menengah setempat
12 + istiwak - pw
12 +  03 : 27 : 20,59 - 0 : 01 : 51,06 = 15 : 25 : 29,53


Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
15 : 25 : 29,53+ (- 00 : 21 : 24) = 15 : 04 : 05,53

 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 15 :06  WIB


19 des 2112 jam 08 : 20 WIB (joepai)

Jumat, 05 Oktober 2012

JANGAN TANYA JUDULNYA

Jangan tanya judulnya
mengalir begitu saja
bicara ringan-ringan diselingi tertawa-tertawa kecil
melucui situasi keseharian,
mulailah membincangkan berita-berita terkini,
mendiskusikan pelan-pelan,
beradu pendapat, wacana argumentasi, mengerutkan dahi,
menyuguhkan logika, analisa data, tabel angka-angka dan formula,
bahkan membawa teks-teks agama.
bergeser mendiskripsikan diri,
mengukur posisi,
lahir bait-bait puisi-puisi
empati dan simpati
melebur kefanaan menjejak kesejatian
tenggelam dalam ketiadaan
mengidungkan puji-puji nurani
mengalir doa-doa suci
merunut perjalanan orang-orang suci,
orang-orang sholeh
wali-wali dan para nabi,
sampai alam malaikat bahkan lebih tinggi
Alloohumma sholli 'alaa Muhammad

Sabtu, 15 September 2012

KAPAN MATAHARI AKAN MELINTASI ATAS RUMAH ANDA ?

Sekarang bulan September, saat matahari pulang dari perjalanannya dari utara. sekarang semakin mendekati garis katulistiwa, dan natinya ia akan meneruskan perjalannya ke selatan.
kita yang tinggal di sekitar katulistiwa maka sebentar lagi matahari akan melintasi atas rumah kita.
Kapan Matahari berada di atas Rumah Anda ?
kalau di atas rumah saya yang koordinatnya -7 : 45 : 37 LS 110 : 19 : 49 BT adalah  besok hari Sabtu tanggal 13 Oktober 2012 jam 11 : 25 WIB.

perhitungannya adalah
===>deklinasi matahari sebesar -7 : 45 : 37 terjadi pada
===>Sabtu 13 Oktober 2012
===>dari jam 01 : 48 :57 sampai dengan 01:50 : 00 WIB merujuk lokasi geosentris
===>atau
===>dari jam 01 : 51 :13 sampai dengan 01:52 : 16 WIB merujuk lokasi toposentris
===> (hasil perhitungan Accurate Times 5.3.2)

maka
===>pada tanggal 13 Oktober tengah hari jam Lokal (110 : 19 :49 BT ) bisa dikatakan matahari tepat berada di atas rumah saya.

jika dikonversi ke dalam jam WIB perhitungannya adalah
===>perata waktu tanggal 13 oktober 2013 = 0 : 13 :41,340
===>selisih bujur antara rumah saya dengan bujur standar WIB (105)
===> = 110 : 19 : 49 - 105 = 5 : 19 : 49
===>dijadikan jam = 5 : 19 : 49/ 15 = 0 : 21: 19,267

tengah hari lokal rumah saya 12:00:00 itiwak lokal
jika dijadikan jam menengah lokal rumah saya adalah
===>12 : 00 : 00 - 0 : 13 :41,340 = 11 : 46 : 18,660 menengah lokal
===>jika dijadikan WIB adalah
===>11 : 46 : 18,660 - 0 : 21: 19,267 = 11 : 24 : 59,393
===>dibulatkan menjadi jam 11 : 24 : 59 WIB.

maka anda di manapun berada pada saat itu jika melihat ke arah matahari, itulah arah rumah saya dari tempat anda.
kapan hal yang sama terjadi bagi rumah anda sendiri ?
jika hanya matahari bisa dikatakan tepat berada di atas rumah anda ataupun saya tentu tidak banyak arti pentingnya, namun jika saat matahari bisa dikatakan tepat berada diatas ka'bah itu baru penting.
dengan cara yang sama di atas maka kapan matahari tepat berada di atas ka'bah dapat diketahui, saat itulah disebut hari qiblat.
contoh perhitungan untuk makkah
makkah 21d 25m 22d LU 39d 49m 31d BT

MEI 2012
deklinasi matahari sebesar 21 25 22 terjadi pada :

27 Mei 2012 jam 17 : 11 : 37 sampai dengan 17 : 14 : 08 waktu mekkah
mengacu lokasi toposentris
atau
27 Mei 2012 jam 17 : 06 : 28 sampai dengan 17 : 08 : 55 waktu mekkah
mengacu lokasi geosentris
tidak tengah hari kan ?
jam tersebut kalu dikonversi ke WIB ya dah malam,
makanya hanya diambil pendekatan, yaitu saat tengah hari makkah 12 : 00 istiwa' makkah
perata waktu tanggal 27 Mei = 0 : 02 : 51 jam
12 : 00 : 00 - 00 : 02 : 51 = 11 : 57 : 9 jam menengah mekkah
selisih bujur ka'bah denga WIB
105 - 39 : 49 : 31 = 65 : 10 : 29
dijadikan jam = 65 : 10 : 29 / 15 = 4 : 20 : 41,933

11 : 57 : 9 + 4 : 20 : 41,933 = 16 : 17 : 50,933 WIB
dibulatkan jam 16 :18 WIB
begitulah prosesnya.
sehingga ya jangan berpikir bahwa pada saat itu benar-benar matahari berada persisi di atas ka'bah.
ya cuma pendekatan, karena selisih antara tengah hari dan saat pas deklinasi benar-benar sama dengan lintang ka'bah adalah kecil sehingga bisa diabaikan.

Kamis, 16 Agustus 2012

RUBU' SIMULATOR

Para penekun ilmu falak tentulah belum afdol kalau belum kenal dengan rubu’ mujayyab, karena piranti itulah pada jamannya menjadi andalan para pendahulu mereka dalam melakukan perhitungan atau hisab.
Sebuah piranti yang compact dengan berbagai fitur dan fasilitas yang serbaguna, lebih dari sekedar touch screen, real  touch screen malah, mungkin bersaing dengan computer tablet saat ini, tapi kalah juga mungkin, ya namanya bersaing juga gak harus menang kok.dan memang kalah dan menang bukan satu-satunya isi dunia.
Beberapa fiturnya antara lain, bisa digunakan untuk menghitung besar sudut baik horizontal maupun vertical, sudah include dengan table matematika dan table astronomi, sekaligus sebagai alat hitung, bahkan dalam keadaan darurat bisa digunakan sebagai senjata yang mematikan, karean biasanya terbuat dari kayu berbebtuk seperempat lingkaran dengan ketebalan  3- 4 cm.diameter lingkaran aselinya 30- 40 cm, sehingga kalau dipukulkan tentu bisa membahayakan.
Untuk fitur yang terakhir penulis tidak merekomendasikan.
Banyak gambar yang bisa kita dapatkan di internet ini salah satunya adalah sebagai berikut.



Gambar ini penulis dapatkan dari : http://almalakawi.wordpress.com/2010/03/24/rubu-mujayyab-%D8%A7%D9%84%D8%B1%D8%A8%D8%B9-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AC%D9%8A%D8%A8/
Kali ini kita tidk akan membahas semua fitur piranti menerik ini, hanya akan membahas sedikit tentang cara menggunakan rubu’ mujayyab sebagai alat hitung yang berhubungan dengan fungsi-fungsi trigonometri, segitiga bola yang sangat erat berhubungan dengan ilmu falak.
Secara prinsip perhitungan trigonometri tersebut dikembalikan ke dalam fungsi sinus (jaib) dengan memaikan khoit (tali) dan muri (penanda) pada permukaan rubu’ mujayyab yang beripa grid-grid.

Sinus dan Jaib
Sinus adalah perbandingan garis tinggi dengan garis miring dalam sebuah segitiga siku-siku, seperti gambar berikut ini.


sinus sudut C =  y/r




jaib sudut AMB adalah panjang AB atau MB'


Begitu juga dengan jaib, secara prinsip adalah sama yang membedakan adalah besar satuannya, rubu’ mujayyab biasanya dibuat berdasarkan lingkaran dengan jari-jari 60 satuan, kemudian dipakai seperematnya maka disebut dengan rubu’ (seperempat) yang dibuat garis-garis jaib (mujayyab).
Jari-jari lingkaran itulah yang menjadi sisi miringnya jika di komparasika dengan sebuah segitiga siku-siku tadi. Sehingga jaib = sinus dalam 60 satuan.
Maka bisa dipahami bahwa Jaib A =  60 x Sin A.

Untuk fungsi- fungsi trigonometri yang lain diperhitungan sebagai berikut :
Cosinus suatu sudut  = sinus komplemen sudut tersebut (Tamamul Jaib)
Tangent suatu sudut = perbandingan sinus dan cosinus sudut tersebut (dhil) , dan sebaginya.
Sehingga :

Jaib A =  60 x Sin A.
Tamamu jaib A = 60 x cos A = 60 x sin (90 –A)

Perkalian sinus (jaib) dengan rubu’
Untuk memudahkan kita buat contoh, misal :
Sin A = sin 34 x sin 50
Cara menghitungnya.
1.    letakkan khoit pada Jaibut tamam
2.    geser sejauh 34 derajat pada qousul irtifa’
3.    dari titik 34 derajat tersebut proyeksikan (tarik garis ) kea rah sittini, itulah jaib nilai sinus 34 derajat, kemudian  berilah tanda auat diingat-ingat
4.    letakkan khoit pada sittini, kemudian muri diletakkan pada jaib 34 yang telah ditandai.
5.    geser khoit sampai ke 50 derajat pada qousul irtifa’.
6.    lihat posisi muri. Dari posisi muri tersebut tarik garis ke bawah menuju qous. Itulah hasilnya.

Pembagian sinus (jaib) dengan rubu’
Untuk memudahkan kita buat contoh, misal
Sin B = sin 34 / sin 50
Cara menghitungnya
1.    letakkan khoit pada jaibut tamam
2.    geser sejauh 34 derajat pada qousul irtifa’
3.    dari titik 34 derajat tersebut proyeksikan (tarik garis ) kea rah sittini, itulah jaib nilai sinus 34 derajat, kemudian  berilah tanda auat diingat-ingat.
4.    letakkan khoit pada jaibut tamam
5.    geser sejauh 50 derajat pada qousul irtifa’
6.    dari titik 50 derajat tersebut proyeksikan (tarik garis ) kea rah sittini, itulah jaib nilai sinus 50 derajat, kemudian  berilah tanda auat diingat-ingat.
7.    letakkan khoit pada sittini, kemudian muri diletakkan pada jaib 50 yang telah ditandai.
8.    geser khoit sepanjang qousul irtifa’ sampai muri menyentuh garis jaib 34 tadi
9.    derajat qousul irtifa’ yang ditunjukkan oleh khoi tersebut adalah hasilnya.


Catatan :
1.    untuk pembagian disyaratkan bahwa penyebut harus lebih besar daripada pembilangnya.
2.    jika yang dihitunga adalah cosinus ataupun tangent maka perlu diubah bentuknya menjadi sinus terlebih dahulu, sehingga langkahnya menjadi bertambah panjang.

Untuk memberi gambaran yang lebih hidup penulis sediakan sebuah file excel yang dapat mengilustrasikan dan mensimulasikan perhitungan dengan rubu’ tersebut. Pengguna tinggal memasukkan bilangan-bilangan yang akan dihitung kemudian akan muncul peragaan proses perhitungan tersebut.
File ini penulis buat dengan Ms Excel 2003, dan berjalan baik di excel 2003 tersebut. Silakan coba sendiri di excel versi yang lain.
Program ini masih teramat sederhana dan masih banyak kekurangannya. Masukan-masukan yang baik tentu sangat bermanfaat bagi pengembangan selanjutnya, atau para pembaca junga ingin mengembangkan sendiri, membuat yang lebih bagus atau menyalin ke dalam bahas pemrograman yang lain, atau sekedar mengambil idenya penulis persilakan melihat kodenya sendiri. Tidak penulis proteksi.

silakan unduh di SINI

semoga bermanfaat


Sabtu, 14 Juli 2012

Hisab AwalBulaQomariyah

mau nulis panjang-panjang lagi malas, yaudah gini aja :
bagi yang butuh hisab awal bulan qomariyah dalam format excel, kali ini saya bagikan file berikut, ini saya buat berdasar Badi'atul Mitsal tapi pengerjaanny sudah saya modifikasi, bilatertarik silakan download sendiri :
http://liekwasil.mywapblog.com/files/badiatul-mitsal.rar

Rabu, 11 Juli 2012

mumpung mau romadlon posting doa sholat tarowih atau doa Kamilin

DOA SHOLAT TAROWIH 

 اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِفَاعِلِيْنَ، وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدٰى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأ ٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ ا ٰكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلـٰئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفـٰى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأ ٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahummaj`alnaa bil iimaani kaamiliin, wa lilfa-roo-idhi mu’addin, walishsholaati haafizhiin, walizzakaati faa`iliin, wa limaa ‘indaka thoolibion, wa li`afwika roojiin, wa bil-hudaa mutamassikiin, wa `anil laghwi mu’-ridhiin. wa fid dunya zaahidiin, wa fil aakhiroti rooghibiin –wa bil qadhoo-i radhiin, wa bin-na`maa-i syakiriin, wa’alal-balaa-i shoobiriin wa tahta liwaa-i sayyidinaa Muhammadin sholalloohu ‘alaihi wa sallama yaumal–qiyaamati saa-iriin wa ilal hawdhi waaridiin wa fil jannati dakhiliin wa minan naari naajiin wa`alaa sariiril-karoomati qoo`idiin wa bihurin ‘iinin mutazawwijiin, wa min sundusin wa istabroqin wa diibajin mutalabbisiin, wa min tho aa’amil jannati aakilin , wa min labanin wa’asalin mushof-fan syaaribiin, bi-akwabin wa abaariiqa wa ka’sin min ma’iin ma`al-ladziina an`amta `alaihim minan-nabiy-yiina wash-shiddiiqiina wasy-syuhaada’i wash-shoolihiin. Wa hasuna ula’ika rofiiqoo, dzaalikal-fadhlu minallloohi wa kafaa billaahi `aliimaa. Allahummaj`alna fi haadzihil lailatisy-syariifatil-mubaarakati minas-su`adaa-il-maqbuuliina wa la taj`alnaa minal-asyqiyaa-il –marduudiina. washollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa Aalihii wa shohbihii ajma’iin. birahmatika ya Arhamar-rahimin.Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

 Arti Do’a Kamilin

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akherat , yang ridha dengan ketentuan, yang ber¬syukur atas nikmat yang diberikan, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini tergolong orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya, Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas penghulu kita Muhammad, keluarga beliau dan shahabat beliau semuanya, berkat rahmat-Mu, oh Tuhan, Yang paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.