Minggu, 17 Maret 2013

GM-00

aassalamualaikum



Dokumentasi dari facebook grup falak hisab
Joe Pai
Ada yg mau menemani saya, membahas perhitungan gerhana matahari. Bahan acuan : tulisan yg saya share beberapa waktu lalu? Suka · Komentari · Berhenti Mengikuti Kiriman · 11 Maret pukul 13:15 melalui

Yosep Susanto, Ajier Ali, Burhan Rosyidi dan 3 lainnya menyukai ini.

Faza Manal saya ikut menemani nyimak 11 Maret pukul 13:17 · Batal Suka · 1

Ahmad Rifa'i saya mau menemani tapi kejauhan 11 Maret pukul 13:28 · Batal Suka · 1

Aly Mustofa Rbk Monggo kang joe. Sy pernh pernah mengaplikasikan rumus ulasan e njenengan tp blm selesai. Untk ephemerisnya pakai apa? 11 Maret pukul 13:44 melalui seluler · Batal Suka · 1

Joe Pai persis spt yg saya bayangkan. Kita ambil kesepakatan saja. Siapa yg dh bikin ephemeris yg sekira fleksibel pemakaianya. Syaratnya : -Input tgl bln th jam menit detik -output semuadata yg diperlukan (lihat pdf saya) -interval penyajian bisa diatur, tidak dibuat perjam. Yg dh buat siapa bisa disepakati dipakai 11 Maret pukul 13:51 melalui seluler · Suka

Joe Pai saya ada tapi low accuracy 11 Maret pukul 13:57 melalui seluler · Suka

Muhammad Sahlan Rosyidi Sayabelum selesai baca buku yang dulu itu (tentang Besselian Element)... Butuh waktu untuk mencernanya... tidak semudah makan sate kambing setengah matang je.... Kalau ephemeris saya kira dengan script Jean Meeus jenengan yang dulu sudah cukup... AlgorithmanyaMeeus memang memaksa untuk memilah-milah fungsi jadi sendiri2(istilahnya kalau tidak keliru recursive programming)... dan ini yang diterapkan di kebanyakan program yang menggunakannya (bahkan yang pakai bahasa C malah tiap fungsi jadi file sendiri2, nutasi 1 file, heliocentric position 1 file,posisi bulan 1 file, dst yang semuanya lalu dipanggil dari file utama). Biar tetap ringan di excel, hasil perhitungan jangan ditampilkan langsung di sheet (seperti AstroAlgo yang pernah saya buat, saya bikin seperti cumauntuk perbandingan), tapi melalui perintah pakai tombol (pernah sayacoba, sayang file percobaan hilang gara2 hardisk error)... 11 Maret pukul 14:23 melalui seluler · Suka

Joe Pai cak ali atau ust faza gmn jean meusnyadh siap aplikasi belum? Mungkin bisadipakai 11 Maret pukul 14:48 melalui seluler · Suka

Joe Pai yai rifai, jangan lupa udude 11 Maret pukul 14:50 melalui seluler · Suka

Joe Pai wah sayamalah blm gaduk bahasa c stad. Kapan ya bisa

11 Maret pukul 14:52 melalui seluler · Suka

Faza Manal ada tp low dan masih amburadul. sy jugablm bca tulisane njen. yg manaya?? 11 Maret pukul 15:07 melalui seluler · Suka

Muhammad Sahlan Rosyidi sama... bahasac dan c++ berkali2 mencoba tetap blank... saya cuma memanfaat source code yang merekabagikan untuk copy paste angka2 koreksi... he he he daripadanulis sendiri... sama perbandingan alur pemrogramannya saja... 11 Maret pukul 15:10 melalui seluler · Suka

Joe Pai coba nanti kalau dh sempat, punya saya tak aplodnyasbg

Skrg sdg gotong royong nge mc di tetangga 11 Maret pukul 15:40 melalui seluler · Suka

Joe Pai cari aja di link kmaren yg banyak itu, ada kok 11 Maret pukul 15:42 melalui seluler · Suka

Muhammad Sahlan Rosyidi yang ini: gerhanabulanpro.rar ? 11 Maret pukul 16:25 melalui seluler · Suka

Aly Mustofa Rbk Adahight cm rumusnya di cell. Dan inputnya

11 Maret pukul 16:28 melalui seluler · Suka

Joe Pai yg gerhana matahari 1 pdf 11 Maret pukul 16:30 melalui seluler · Suka

Muhammad Sahlan Rosyidi sdh sayasearch tidak ketemu... dulu pernah download tapi sudah hilang bersama kecelakaan hardisk... 11 Maret pukul 17:40 · Suka

Muhammad Sahlan Rosyidi yang di sini http://liekwasil.blogspot.com/2012/05/hisab-gerhana-matahari-seri-

Sayang link ke ziddu error (Oops !! The requested URL was not found on this server !) sudah dihapus sama ziddu. Mungkin harus diupload ulang...

HISAB GERHANA MATAHARI SERI SATU | Liek wasil liekwasil.blogspot.com

11 Maret pukul 17:47 melalui seluler · Suka · Hapus Pratinjau

Joe Pai lewat yg ini aja, kumpulan file kayakna ada

http://liekwasil.mywapblog.com/files/falak-files.rar 11 Maret pukul 19:01 melalui seluler · Suka

Joe Pai ephemeris saya tapi jelek

http://liekwasil.mywapblog.com/files/ephemerisku.rar 11 Maret pukul 19:41 melalui seluler · Suka

Aly Mustofa Rbk kang Joe ephemerisnyatak unduh 11 Maret pukul 23:05 · Suka

11 Maret pukul 23:09 · Suka

Aly Mustofa Rbk data ephemeris matahari bulan meus tapi masih acak2an rumuse pindah2 sheet dan ulasan gerhananjenengan tapi yang di bawah warna merah berhenti sebab hasil tidak sama dengan ulasan dulu pernah saya konfirmasikan njenengan http://alfakediri.mywapblog.com/files/ephemeris-meeus.rar 12 Maret pukul 0:13 · Suka

Aly Mustofa Rbk untuk jm jb rm dan rb caranya? belum lht lagi

12 Maret pukul 0:16 · Suka

Aly Mustofa Rbk jm dalam satuan radian itu apa true geosentrik 12 Maret pukul 0:18 · Suka

Joe Pai jm = jarak matahari ke bumi. Jb =jarak bulan ke bumi. Rm = jari2 matahari

Semua dalam satuan earth raddi (jari2 bumi) . Bukan radian.

Jm dan jb adalah jari2 nyata bukan jari2 paralakstis yg diukur dg

12 Maret pukul 11:07 melalui seluler · Suka

Joe Pai biasanyajarak matahari-bumi memakai satuan AU, maka harus dikonversi menjadi satuan jari2 bumi. Rm dan rb adalah tetap karena merupakan jari2 nyata 12 Maret pukul 11:12 melalui seluler · Suka · 1

Muhammad Sahlan Rosyidi 1 Earth radius (RE) = 4.258750455597226*10^(-5) astronomical units (AU) 1astronomical unit (AU) = 23481.065876628472 Earth radius (RE)

http://www.conversion-website.com/length/Earth_radius_to_astronomical_unit.html

Earth radius to astronomical units (RE to AU) - conversion calculator

www.conversion-website.com Convert from Earth radius to astronomical units (RE toAU). Calculate how many astronomical units are in a Earth radius (AU) (RE).

12 Maret pukul 11:28 melalui seluler · Telah disunting · Batal Suka · 2· Hapus Pratinjau

Aly Mustofa Rbk Kalau lht rms dr ustad sahlan jm apa tetap sepanjang tahunnya? 12 Maret pukul 11:31 melalui seluler · Suka

Joe Pai kalau jm dan jb selalu berubah

 1

 12 Maret pukul 12:10 melalui seluler · Suka ·



Joe Pai harusnya AU to RE Conventer, bukan sebaliknya. Dan juga Km to RE conventer. 12 Maret pukul 12:42 melalui seluler · Telah disunting · Suka

Muhammad Sahlan Rosyidi Begini benar? 2AU =2 * 23481.065876628472 RE 2AU =46962.1317532568 RE 12 Maret pukul 13:58 melalui seluler · Suka

ﻞﻴﻤﻛ sy bukan gak mau,tpi sy gak sampek IQ tu,heheh 12 Maret pukul 14:12 · Suka

Mungkin ada nemu formula lain? Bisa ditampung juga.jika ada ntar dipilih voting aja hehehe 12 Maret pukul 14:24 melalui seluler · Suka

Muhammad Sahlan Rosyidi andai saja ada meteran yang cukup buat ngukur itu... hehehe... 12 Maret pukul 15:01 melalui seluler · Suka

cuba cari km to re. 12 Maret pukul 15:27 melalui seluler · Suka

Muhammad Sahlan Rosyidi 1 Earth radius (RE) is equal to 6371.0

1kilometer (km) is equal to 1.569612305760477E-4 Earth radius (RE) http://www.conversion-website.com/length/Earth_radius_to_kilometer.html

1kilometer (km) is equal to 1.569612305760477E-4 Earth radius (RE) 1Earth radius (RE) is equal to 6371.0 kilometers (km) http://www.conversion-website.com/length/kilometer_to_Earth_radius.html

1km = 1.56961230576047*10^(-4) RE 5km = 5 * 1.56961230576047*10^(-4) RE 5km = 7.84806152880235E-04 RE

Earth radius to kilometers (RE to km) - conversion calculator and table

www.conversion-website.com Convert from Earth radius to kilometers (RE to km). Calculate how many kilometers are in a Earth radius (km) (RE).

12 Maret pukul 17:37 melalui seluler · Suka · Hapus Pratinjau

Joe Pai nah setaelah itu cari jari2 bulan dan jari2 matahari dalam km kemudian di konver ke RE. Intinya cari jari2 mathr dan bln dalm RE 12 Maret pukul 19:11 melalui seluler · Suka

Aly Mustofa Rbk Kenapa kok memakai ukuran radius untk

Kang joe ulasan itu kan hasilnyauntk mengetahui titik lokasi di bumi pd jam input. Apa nanti outpute bilatitik di rangkai akan menjadi peta lintasan gerhana matahari seperti yg ada di publikasi nasa? 13 Maret pukul 0:11 melalui seluler · Suka

13 Maret pukul 5:10 melalui seluler · Suka

Joe Pai http://nssdc.gsfc.nasa.gov/planetary/factsheet/

Moon Fact Sheet nssdc.gsfc.nasa.gov

13 Maret pukul 13:03 melalui seluler · Suka · Hapus Pratinjau

Joe Pai http://solarscience.msfc.nasa.gov/

NASA/Marshall Solar Physics solarscience.msfc.nasa.gov

13 Maret pukul 13:11 melalui seluler · Suka · Hapus Pratinjau

Ajier Ali kang Joe Pai: rumusnya panjang jadi pening kita hitung2

13 Maret pukul 13:41 · Suka

Joe Pai ini juga udah saya buat bertahap, yang belum saya tulis malah lebih banyak lagi 13 Maret pukul 13:58 melalui seluler · Suka

Ajier Ali hahahaha.... ada jalan pintasnya gak biar mudah sampai

13 Maret pukul 13:59 · Batal Suka · 1

Joe Pai jm, jb, rm, rb smentara kita cukupkan pembahasannya. Sebelum masuk perhitungan yg sebenarnyasebaiknya anda download juga ephemeris sederhana dari saya tsb. Supaya kita bisa main2 menggunakannya. 13 Maret pukul 14:07 melalui seluler · Suka

Joe Pai kadang2 memang sesuatu ada jalan pintasnya. Namun kadang jalan pintas saja tetap panjang dan berkelok. Ibaratnya alquran yg hanyamemuat yg penting2saja tetap 30 juz 114 surat 6ribu sekian ayat, tidak lantas cukup beberapa ayat kan? 13 Maret pukul 14:13 melalui seluler · Suka · 1

Joe Pai ephemeris tsb saya susun memang lebih ke penghisaban gerhana baik bulan maupun matahari. Dengan metode tracking. Kata kunciny adalah

-puncak (tengah) gerhana : elongasi terkecil (lihat kolom elongasi)

-mulai gerhana : jikaelongasi = panumbra (lihat kedua kolom). Begitu juga akhir gerhana cuma terjadi stlh puncak gerhana.

- mulai total : jika elongasi = umbra (lihat keduakolom) begitu juga akhir total cuma terjadinya stlh puncak gerhana 13 Maret pukul 14:47 melalui seluler · Suka

Joe Pai praktiknya: -Memperkirakan hari tgl terjadinya gerhana. -jikaketemu maka barulah ditahqiq dan ditadqiq dg ditracking dg

-Input diisi tanggal bulan tahun perkiraan tsb. -mula-mula jam diisi dg 0 : 0 : 0 dan interval diisi 1 : 0 : 0

-kemudian lihat kolom elongasi, panumbra maupun umbra. Ingat katakunci di atas. -kmudian tracking bisadilanjutkan dg mempersempit range pencarian, input diisi dg jam menit detik sekitar terjadinya elongasi terkecil pada tracking pertama tadi. Interval diatur berapamenita berapa detik shg ketemu data yg dicari (puncak, mulaì, akhir gerhana dll) 13 Maret pukul 15:04 melalui seluler · Suka

Aly Mustofa Rbk yang rumus ulasan di gabung sekalian kang joe 13 Maret pukul 15:23 · Suka

Joe Pai bertahap cak. Kalau persiapan ini selesai nanti kitabikin postingan berseri langkah perlangkah 13 Maret pukul 15:27 melalui seluler · Suka

Aly Mustofa Rbk gmn yang rumus ke13 tadi malem? 13 Maret pukul 15:31 · Suka

Joe Pai saya berharap ada yang meniru display input dan output ephemeris tsb. Namun dg data yg lebih akurat. Namun kalau belum ada yasementara pake itu itu dulu. Kita tunggu teman lain cak 13 Maret pukul 15:33 melalui seluler · Suka

Aly Mustofa Rbk saya pake ephemerise njenengan dulu soale vb meeus sayamasih matahari mau nerusin bulane jen awang2 en 13 Maret pukul 15:35 · Suka

Joe Pai mungkin perlu dirubah cak. Mulai besuk insyaalloh kita mulai dari awal,ternyata saya juga perlu mengulang dari awal, pemanasan lagi, kmaren kadung dingin 13 Maret pukul 15:36 melalui seluler · Suka

Aly Mustofa Rbk oke 13 Maret pukul 15:37 · Suka

Joe Pai rumus2 tsb kan saya cuplik dari hampir ratusan konsep rumus tahapan perhitungan,dan diedit sambil jalan shg kadang berbedadg konsep awalnya, lha repotnya kadung dingin jadi agak

Makanya saya perlu teman2 13 Maret pukul 15:47 melalui seluler · Suka

ﻞﻴﻤﻛ hmmm padah di uji tu gus joe di lapangan 13 Maret pukul 15:51 melalui seluler · Suka

Joe Pai lha ini jugabarudisusun, ya ntar kalau dh jadi utuh kemudian dikomparasi dan diuji. 13 Maret pukul 15:56 melalui seluler · Suka

ﻞﻴﻤﻛ hmm,mudahan2 bisa ngalahin nasa 13 Maret pukul 15:57 melalui seluler · Suka

Joe Pai kompetitif 13 Maret pukul 15:59 melalui seluler · Suka

Faza Manal Amien...... 13 Maret pukul 16:33 · Suka

Hadi Hermawan ne critanya neruskan neruskan al falakiyah yg tempo hari di posting itu kah atau berbeda Kamis pukul 12:10 · Suka

Aly Mustofa Rbk Beda pak hadi. Kamis pukul 13:34 melalui seluler · Suka

Hadi Hermawan datadata yang harus kitastandartkan ( mungkin bisa di pakai untuk lainnya) misal nurul anwar, sehinggal cukup satu saja bisa di pakai rame rame misalnya data bujur dan lintang

Kamis pukul 13:41 · Suka

Aly Mustofa Rbk Saya setuju kalau datanya kita sepakati pakai apa? Tp kalau berdasar ulasan kang joe tentang gerhana matahari. Kira2 kalau pakai nurul anwar datanya di ambil dr mana. Misalkan untk perata waktu, semidiameter bulan dan matahari. Jarak matahari dr bumi dan jarak bulan ke bumi. Kan memerlukan rumus tambahan lg Kamis pukul 14:38 melalui seluler · Suka

Hadi Hermawan yg cocok saja dulu, yang langsung bisa di pakai,

Kamis pukul 14:42 · Suka

Muhammad Sahlan Rosyidi Perlu sampai ke algorithma fase bulan dan perkiraan gerhana tidak seperti di al falakiyah yang excel? Kamis pukul 15:50 melalui seluler · Telah disunting · Suka

Hadi Hermawan heeeem ini saya ga tau Kamis pukul 16:03 · Suka

Joe Pai bisapindah ke sini: http://www.facebook.com/groups/falakiyah/permalink/438294856239506/?ref=notif&notif_t=like

untuk cak Aly sabar ya,kita bahas urut sajabiar semua bisa mengikuti

Belajar Ilmu Falak-Hisab ===GM-01=== Puncak berhanaadalah saat elongasi bulan-matahari mencapai nilai t... Lihat Selengkapnya

Kamis pukul 17:24 · Suka · Hapus Pratinjau

Aly Mustofa Rbk Siap kang joe. dari awal lagi ternyata tambah wawasan dg trackng. Jumat pukul 0:29 · Telah disunting · Batal Suka· 1

.





Jumat, 01 Februari 2013

SIMULASI QIBLAT PADA PEMUKAAN BOLA

===POSTING JUMAT===
UNTUK MENYIMULASIKAN ARAH QIBLAT PADA PERMUKAAN BUMI, BISA DENGAN SEBUAH BOLA PALSTIK DAN EMPAT BUAH KARET GELANG YANG DILINGKARKAN PADA BOLA TERSEBUT.
KARET 1 UNTUK MEMBENTUK LINGKARAN EKUATOR YANG MEMBAGI BELAHAN BUMI UTARA DAN SELATAN
KARET 2 UNTUK MEMBENTUK LINGKARAN YANG MELALUI MERIDIAN KA'BAH.
KARET 3 UNTUK MEMBENTUK LINGKARAN YANG MELALUI MERIDIAN KOTA KITA
KARET 4 UNTUK MEMBENTUK LINGKARAN QIBLAT YANG MENGHUBUNGKAN KA'BAH DAN KOTA KITA.
SELAMAT MENCOBA DAN MAAF BELUM ADA FOTONYA.

SEBAGAI GANTINYA SAYA BUATKAN BOLA TIRUAN DALAM SPREADSHEET EXCEL YANG BISA ENYIMULASIKAN SECARA INTERAKTIF 3D
SILAKAN AMBIL DI :
http://liekwasil.mywapblog.com/files/bola-qiblat.rar

Sabtu, 12 Januari 2013

NISFUL FADL-LAH DAN NISFU QOUSIN NAHAR








NISFUL FADL-LAH DAN  NISFU QOUSIN NAHAR
Sebuah misi penelusuran tentang keberadaan bu’dul quthur dan ashlul muthlaq
Yang gagal total dan berdarah-darah *)
Oleh :AlbieHamsil

Bismillahirrohmaanirrohiim
Ketika matahari berda di katulistiwa maka belahan bumi utara maupun selatan panjang siang dan malamnya sama.

Gambar.1

Ketika matahari berada di sebelah uatara katulistiwa, maka belahan bumi uatara siangnya lebih panjang dari pada malamnya, sebaliknya belahan bumi selatan malamnya lebih panjang daripada siangnya, hanya daerah katulistiwa saja yang siang dan malamnya sama atau normal

Gambar.2
Sebaliknya ketika matahari di selatan katulistiwa, belahna bumi utara malamnya lebih panjang, dan siangnya lebih pendek, sementara belahan bumi selatan berkebalikan.

Gamabr.3

Siang adalah rentang waktu dari terbit matahari sampai tenggelam, sedang malam adalah dari tenggelam matahari sampai terbitnya. Karena sehari semalam adalah 24 jam, maka saat normal atau saat matahari berda di katulistiwa maka saat terbit matahari adalah jam 6 pagi, saat tenggelam adalah jam 6 sore dalam waktu istiwa’ setempat. Tengah hari dan tengah malam adalah jam 12.
Saat matahari di sebelah utara katulistiwa dan belehan bumi utara mengalami siang lebih panjang daripada malamnya maka yang terjadi adalah, matahari terbit sebelum jam 6 dan tenggelam setelah jam enam. Tengah hari adalah tetap jam 12. sehingga perbedaan atau selisih panjang siang dan malam berada di kedua tepinya, pagi dan sore. Lihatlah ketiga gambar di atas sebagi ilustrasinya.
Seberapa perbedaan panjang siang saat normal dan saat mengalami lebih panjang dipengaruhi oleh lintang tempat dan deklinasi matahari.
Saat matahari di utara katulistiwa maka semakin mendekati kutub utara tempat tersebut lebih panjang siangnya, dan di daerah kutub utara bahkan tidak mengalami malam sama sekali, karena matahari di utara katulistiwa selama 6 bulan, maka di kutub utara panjang siangnya adalah 6 bulan tersebut. Begitu juga sebaliknya saat matahari di selatan katulistiwa.
Di atas dikatakan bahwa siang adalah rentang waktu dari terbit sampai tenggelam. Jika dibagi dua bagian yang sama panjang  maka hasilnya adalah waktu terbit sampai tengah hari dan tengah hari sampai tenggelam. Dari terbit sampai tengah hari atau tengah hari sampai tenggelam, itulah separuh busur siang atau nisfu qousin nahar.
Saat normal separuh busur siang adalah 6 jam atau perjalanan matahari semu harian sepanjang 90 derajat, saat lebih panjang maka menjadi lebih dari 90 derajat, jika lebih pendek maka kurang dari 90 derajat. Tergantung lintang dan deklinasi sebagai mana di atas. Selisih itulah yang disebut nisful fadl-lah atau separuh selisih siang dan malam, sementara separuh yang lain juga ada di separuh busur siang yang lain.
Perhatikan lagi gambar berikut :

Gambar.4

Ilustrasi nisfu qousin nahar untuk daerah dengan nilai lintang F  pada saat deklinasi sebesar d

Gambar.5

Ilustrasi nisful fadl-lah untuk daerah dengan nilai lintang F saat deklinasi sebesar d






Penjelasannya  adalah sebagi berikut :

Gambar.6
Ilustrasi tempat dengan nilai lintang F

Sebuah tempat dengan nilai lintang sebesar F adalah tempat yang berada di lingkaran parallel sejauh F dari katulistiwa atau besarnya  sudut di pusat bumi. Jika r (jari-jari bumi) senilai 1 maka tinggi bidang lingkaran parallel tersebut dari bidang katulistiwa adalah sebesar sin F dan jari-jari lingkaran paraler tersebut adalag sebesar cos F. karena dalam segitiga siku-siku sin adalah perbandingan sisi tegak terhadap sisi miringnya dan cos adalah perbandingan sisi datar terhadap sisi miringnya.

Gambar.7
Ilustrasi sinar matahari membentuk sudut sebesar deklinasinya

cahaya matahri datang di bidang katulistiwa membentuk sudut sebesar deklinasinya, sudut yang sama juga terbentuk di titik pusat antara garis poros bumi dengan bidang batas siang dan malam, sehingga jarak antara kutub dan bidang batas tersebut juga bernilai sebesar deklinasi, pun begitu juga di kedua tepi daaerah batas tersebut, antara bidang batas dan bidang normal yang sejajar dengan poros.
Kalau gambarnya kita jadikan satu maka menjadi sebagi berikut :

Gambar.8
Ilustrasi nisful fadl-lah

Nisful fadl-lah adalah sudut merah yang ada di kutub, begitu juga ada di pusat lingkaran parallel maupun sudut yang ada di pusat bola bumi juga busur yang terbentuk di garis katulistiwa.
Supaya lebih jelas gambar tersebut kita sederhanakan sebagi berikut :

Gambar.9

Disederhanakan lagi

Gambar.10


Perhatikan gambar bagian kanan di mana ada segitiga siku-siku dengan garis tegak sebesar sin F , sisi datar b sisi miring a serta sudut lancip sebesar d.
Dengan demikian kita bisa membuat persamaan sebagi berikut :



Kemudian

Atau
Bisa juga langsung




Ingat kembali di mana posisi b dalam-gambar terdahulu, kemudian perhatikan gambar berikut ini :

Gambar.11

Ini adalah penampang lingkaran parallel lintang F, sebuah lingkaran dengan jari-jari sebesar cos F , garis tegak b yang nilainya sudah dihitung di atas, sudut t merupakan nisful fadl-lah yang kita cari. Nilai nya adalah :


Sampai di sini kita berhasil menggambar dan kemudian merumuskan nisful fadl-lah dengan segitiga datar. Hasilnya adalah  :



Sekarang kita bandingkan denga gambar berikut :

Gambar.12

Keterangan gambar :
P          = Lokasi
M         = Matahari di Horison
M’        = Matahari saat kulminasi
p – P    = nilai lintang tempat = F
m – M = nilai deklinasi Mataharu  = d
p – n    = 90° = sudut yang terbentuk di kutub
n – m   = nisful fadl-lah (t)

suapaya lebih jelas kita sendirikan gambarnya

Gambar.13

dari gambar kita mempunyai sebuah segitiga bola yang penting yaitu : M-m-n yang siku-siku di titik m, sementara sudut yang terbentuk oleh bujur normal dan lingkaran horizon adalah sama nilai lintangnya = F, sehingga ÐMnm = 90 - F
dari data tersebut sudah cukup untuk membuat persamaan sebagi berikut :
kita memakai aturan sinus unsur tengah adalah hasil kali dua unsur yang mengapitnya :


Kemudian menggunakan aturan sinus unsure tengah adalah hasil cosinus dua unsur di hadapnnya, untuk mengecek unsure\-unsur yang lain sebagai berikut :






Kemudian


Terakhir


Sampai di sini hasil akhir yang di dapat adalah sama bahwa :


Jika dibandingkan dengan rumus nisful fadl-lah yang ada di durusul falakiyah dan semacamnya , bahwa nisful fadl-lah adalah



Memang hasil akhirnya adalah sama, namun penulis gagal menemukan objek bu’dul quthur dan al aslul mutlak tersebut, dimana bu’dul quthur dirumuskan dengan        Sin Bu’dul quthur = sin F x Sin d  dan Al aslul mutlak dirumuskan dengan sin As alul Mutlak = Cos F x Cos d.
Maka sebenarnya dari awal tulisan ini dimaksudkan untuk melacak keberadaan bu’dul quthur dan al aslul muthlaq, namun sampai akhir tulisan ini dengan metode segitiga datar maupun segitiga bola, kedua hal tersebut tidak terdeteksi maka dengan ini penulis nyatakan bahwa misi ini gagal. Dan bagi penulis kedua hal tersebut masih misteri, penulis belum menemukan metode yang dahulu dipakai para ulama’ untuk merumuskannya.

Sebelum tulisan ini benar-benar berakhir, perlu ditambahkan bahwa ketika telah diketahui nisful fadl-lah maka dengan menambahkan 90 derajat maka hasilnya adalah separuh busur siang atau nisfu qousin nahar, jika dikalikan dua kali maka hasilnya adalah panjang siang.
Wallahu a’lam

dalam bentuk file yang lebih lengkap silakan ambil di SINI


PERHITUNGAN ARAH QIBLAT DENGAN CARA LAIN

PERHITUNGAN ARAH QIBLAT DENGAN CARA LAIN*)



Insya Alloh langkah-langkah
berikut belum pernah dimuat dalam kitab atau buku falak manapun seluruh dunia, sehingga juga belum pernah diajarkan dalam kelas, perkuliahan, kursus ataupun pelatihan falak manapun seluruh dunia. Jika ada kesamaan cerita, tempat maupun nama pelaku, maka hanya kebetulan dan bukan kesengajaan atau rekayasa. maksudnya selama ini penulis belum pernah menjumpainya.

Mungkin langkah-langkahnya agak bertele-tele maka tidak diajarkan, sehingga ini hanya bertujuan sekedar menunjukkan salah satu cara penyelesaian perhitungan dengan pendekatan segitiga bola, sebagai suatu seni kreatifitas.



Jika dimasukkan ke dalam kaidah segitiga bola, perhitungan arah qiblat adalah kasus perhitungan segitiga bola yang diketahui tiga buah unsurnya, yaitu duah buah busur dan sebuah sudut, kemudian mencari nilai sudut yang lain.

Contoh perhitungan arah qiblat kota Yogyakarta
Diketahui :
Koordinat Yogyakarta adalah -7 48’ LS 110 21’ BT
F1 = -7 48’
l1 = 110 21’

Koordinat Ka’bah adalah 21 25’ LU 39 50’ BT
F2 = 21 25’
l2 = 39 50’

Misalkan segitiga tersebut dinotasikan sebagai segitiga bola ABC, dengan A adalah koordinat Ka’bah, B adalah lokasi yang dihitung arah qiblatnya dan C adalah sudut selisih bujur antara Ka’bah dan lokasi tersebut, maka tuga buah unsur yang diketahui adalah :
a = 90 – lintang lokasi setempat misal dirumuskan dengan a = 90 – F1
b = 90 – lintang Ka’bah missal dirumuskan dengan b = 90 – F2, dan
C = selisih bujur Ka’bah dan Lokasi setempat,= Dl = l1 -– l2
a = 90 – (-7 48’) = 90 + 7 48’ = 97 48’
b = 90 – 21 25’ = 68 35’
C = 110 21’ - 39 50’ = 70 31’
Sedangkan yangdicari adalah sudut B.

Selama ini langkah-langkah yang sering diajarkan adalah menghitung nilai busur c dengan aturan cosinus kemudian menghitung nilai sudut B baik dengan aturan sinus ataupun cosinus.
Bisa juga dengan rumus tangen sehingga tidak perlu menghitung sisi c, atau dengan analogi Napier, setengah penjumlahan dan pengurangan dua buah sudut dan dapat juga dengan haversin.

Kali ini kita coba hitung dengan langkah-langkah yang lain.




Lihat gambar
Misal kita tarik sebuah garis (d) dari titik A tegak lurus dengan busur (a), sehingga kita mendapatkan dua buah segitiga bola siku-siku.
1. hitung d

Sin d = sin b x sin C
= sin (68 35’) x sin (70 31’)
= 0,93094963811875957 x 0,94273855168887953
Sin d = 0,87764211353536591
Sin d = 61 21' 33,221''

2. Hitung a1

Cos a1 = Cos b / Cos d
= Cos (68 35’) / Cos (61 21' 33,221'')
= 0,3651476020550465 / 0,47931651395416775
= 0,76180893297985122
a1 = 40 22' 33,852''


a1 = 40 22' 33,852''


3. hitung a2

a2 = a – a1
= 97 48 - 40 22' 33,852''
= 57 25' 26,148''

4. Hitung B

Tan B = tan d / sin a2
= tan (61 21' 33,221'') / sin (57 25' 26,148'')
= 1,83102832467667921 / 0,84267734496083921
= 2,17287000252958091
B = 65 : 17' : 13,663''

Arah qiblat Yogyakarta adalah 65 : 17' : 13,663'' UB atau 24 : 42' : 46,337'' BU.

dalam bentuk file yang lebih lengkap silakan ambil di
http://liekwasil.mywapblog.com/files/perhitungan-arah-qiblat-d.rar

Sabtu, 22 Desember 2012

CONTOH PERHITUNGAN SEDERHANA AWAL WAKTU SHOLAT



=CONTOH PERHITUNGAN SEDERHANA AWAL WAKTU SHOLAT=
Yogyakarta 21 Desember 2012

Bahan-bahan data
Lintang (P) = - 07° 48' 00" LS
Bujur (L) = 110° 21' 00"BT
Deklinasi Matahari (D) = - 23° 26' 14,46"
Perata waktu (PW) = 0 : 01 : 51,06
Selisih bujur WIB = 105 - 110° 21' 00" = - 05° 21' 00"
Selisih dalam jam = - 05° 21' 00" / 15 = - 00 : 21 : 24



=awal waktu MAGHRIB=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = -1

Proses
Cos tm             = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm             = -tan (-7° 48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(-1) / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26' 14,46")
Cos tm             = -( -0,136982960638829) x  (-0,433512814140978) + (-0,017452406437284) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)

Cos tm             =- 0,059383868755902 + (-0,019199425045074)
Cos tm             = -0,078583293800976
tm                    =  94,507138064589400
tm                    =  94° 30' 25,7"


dijadiakn jam = 94,507138064589400 / 15 = 6,300475870972630
                        = 06 : 18 : 01,71


**maghrib = 06 : 18 : 01,71 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 06 : 20 istiwak setempat
Dijadikan jam menengah setempat
12 + istiwak - pw
12 + 06 : 18 : 01,71 - 0 : 01 : 51,06 = 18 : 16 : 10,65

Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
18 : 16 : 10,65 + (- 00 : 21 : 24) = 17 : 54 : 46,65
 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 17 : 56 WIB


=awal waktu ISYA=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = -18

Proses
Cos tm             = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm             = -tan (-7° 48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(-18) / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26' 14,46")
Cos tm             = -( -0,136982960638829) x  (-0,433512814140978) +(-0,309016994374947) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)

Cos tm             =- 0,059383868755902 + (-0,339950174921513)
Cos tm             = -0,399334043677414
tm                    =  113,536552933634000
tm                    =  113° 32' 11,59"

dijadiakn jam = 113,536552933634000 / 15 = 7,569103528908910
                        = 07 : 34 : 08,77

**isya =  07 : 34 : 08,77 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 07 : 36 istiwak setempat

Dijadikan jam menengah setempat
12 + istiwak - pw
12 +  07 : 34 : 08,77  - 0 : 01 : 51,06 = 19 : 32 : 17,71


Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
19 : 32 : 17,71+ (- 00 : 21 : 24) = 19 : 10 : 53,71

 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 19 :12 WIB


=awal waktu SUBUH=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = -20

Proses
Cos tm             = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm             = -tan (-7° 48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(-20) / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26' 14,46")
Cos tm             = -( -0,136982960638829) x  (-0,433512814140978) + (-0,342020143325669) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)

Cos tm             =- 0,059383868755902 + (-0,376257000963401)
Cos tm             = -0,435640869719302
tm                    =  115,826080424442000
tm                    =  115° 49' 33,89"


dijadiakn jam = 115,826080424442000 / 15 = 7,721738694962820
                        = 07 : 43 : 18,26
Karena sebelum zawal maka hasilnya dikurangkan dari 12
12 - 07 : 43 : 18,26 = 04 : 16 : 41,74


**subuh =  04 : 16 : 41,74 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 04 : 45 istiwak setempat

Dijadikan jam menengah setempat
istiwak - pw
04 : 16 : 41,74 - 0 : 01 : 51,06 = 04 : 14 : 50,68


Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
04 : 14 : 50,68+ (- 00 : 21 : 24) = 03 : 53 : 26,68

 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 03 : 55 WIB

**IMSAK**
Imsak = subuh – 10 menit
04 : 45 – 0 : 10 = 04 : 35 istiwak
03 : 55 – 0 : 10 = 03 45 WIB


=TERBIT=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = -1

Proses
Cos tm             = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm             = -tan (-7° 48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(-1) / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26' 14,46")
Cos tm             = -( -0,136982960638829) x  (-0,433512814140978) + (-0,017452406437284) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)

Cos tm             =- 0,059383868755902 + (-0,019199425045074)
Cos tm             = -0,078583293800976
tm                    =  94,507138064589400
tm                    =  94° 30' 25,7"


dijadiakn jam = 94,507138064589400 / 15 = 6,300475870972630
                        = 06 : 18 : 01,71

Karena sebelum zawal maka hasilnya dikurangkan dari 12
12 - 06 : 18 : 01,71 = 05 : 41 : 58,29


**terbit  = 05 : 41 : 58,29 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 05 : 43 istiwak setempat

Dijadikan jam menengah setempat
istiwak - pw
05 : 41 : 58,29 - 0 : 01 : 51,06 = 05 : 40 : 07,23

Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
05 : 40 : 07,23+ (- 00 : 21 : 24) = 05 : 18 : 43,23
 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 05 : 20  WIB


=DLUHA=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Hm = 04° 30' 00"

Proses
Cos tm             = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm             = -tan (-7° 48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(04° 30' 00") / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26' 14,46")
Cos tm             = -( -0,136982960638829) x  (-0,433512814140978) + (0,078459095727845) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)

Cos tm             =- 0,059383868755902 + 0,086312998321710
Cos tm             = 0,026929129565808
tm                    =  88,456887986431000
tm                    =  88° 27' 24,8"

0,059383868755902  6,102874134237930 6,072024134237930 5,715357467571270


dijadiakn jam = 88,456887986431000 / 15 = 5,897125865762070
                        = 05 : 53 : 49,65

Karena sebelum zawal maka hasilnya dikurangkan dari 12
12 - 05 : 53 : 49,65 = 06 : 06 : 10,35


**dluha = 06 : 06 : 10,35 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 06 : 08 istiwak setempat

Dijadikan jam menengah setempat
istiwak - pw
06 : 06 : 10,35  - 0 : 01 : 51,06 = 06  : 04 : 19,29

Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
06  : 04 : 19,29+ (- 00 : 21 : 24) = 05 : 42 : 55,29
 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 05 : 44  WIB

= = awal Dhuhur = =
Istiwak = 12 :00 istiwak
Zawal = 12 lebih sedikit
Kita pake jam 12 :02 istiwak
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 12 : 04 istiwak

Dijadikan jam menengah setempat
istiwak - pw
12 : 02   - 0 : 01 : 51,06 = 12 : 00 : 08,94

Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
12 : 00 : 08,94+ (- 00 : 21 : 24) = 11 : 38 : 44,94
 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 11 : 38  WIB


                                
=awal waktu ASHAR=
Rumus = cos tm = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D

Cotan hm         = tan [P-D] +1
Cotan hm         = tan [(-7° 48’) - (- 23° 26' 14,46")] +1
Cotan hm         = tan 15° 38' 14,46" +1
Cotan hm         = 0,279907842895873+1
Cotan hm         = 1,279907842895873
Tan hm             = 1/ 1,279907842895873
Tan hm             = 0,781306252282536
Hm                   = 38,00073383
Hm                   = 38° 00' 02,64"

Proses
Cos tm             = -tan P . tan D + sin hm / cos P / cos D
Cos tm             = -tan (-7° 48’) . tan (- 23° 26' 14,46") + sin(38° 00' 02,64") / cos (-7° 48’) / cos - 23° 26' 14,46")
Cos tm             = -( -0,136982960638829) x  (-0,433512814140978) + (0,615671567859326) / (0,990747840471444) / (0,917495537747418)

Cos tm             =- 0,059383868755902 + 0,677301446191750
Cos tm             = 0,617917577435848
tm                    =  51,835776093828400
tm                    =  51° 50' 08,79"

3,455718406255230 15,424868406255200 15,068201739588600



dijadiakn jam = 51,835776093828400/ 15 = 3,455718406255230
                        = 03 : 27 : 20,59

**ashar =  03 : 27 : 20,59 istiwak setempat**
Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 03 : 29 istiwak setempat

Dijadikan jam menengah setempat
12 + istiwak - pw
12 +  03 : 27 : 20,59 - 0 : 01 : 51,06 = 15 : 25 : 29,53


Dijadikan WIB
Jam menengah + selisih dengan bujur WIB(dalam jam)
15 : 25 : 29,53+ (- 00 : 21 : 24) = 15 : 04 : 05,53

 Ditambah ihtiyath maksimal 2 menit = 15 :06  WIB


19 des 2112 jam 08 : 20 WIB (joepai)

Jumat, 05 Oktober 2012

JANGAN TANYA JUDULNYA

Jangan tanya judulnya
mengalir begitu saja
bicara ringan-ringan diselingi tertawa-tertawa kecil
melucui situasi keseharian,
mulailah membincangkan berita-berita terkini,
mendiskusikan pelan-pelan,
beradu pendapat, wacana argumentasi, mengerutkan dahi,
menyuguhkan logika, analisa data, tabel angka-angka dan formula,
bahkan membawa teks-teks agama.
bergeser mendiskripsikan diri,
mengukur posisi,
lahir bait-bait puisi-puisi
empati dan simpati
melebur kefanaan menjejak kesejatian
tenggelam dalam ketiadaan
mengidungkan puji-puji nurani
mengalir doa-doa suci
merunut perjalanan orang-orang suci,
orang-orang sholeh
wali-wali dan para nabi,
sampai alam malaikat bahkan lebih tinggi
Alloohumma sholli 'alaa Muhammad