Minggu, 17 Maret 2013

GM-01



GM-01
Puncak berhana adalah saat elongasi bulan-matahari mencapai nilai terkecil.
Mulai/akhir gerhana bila elongasi dan jari-jari panumbra bernilai sama
Mulai/akhir total bila elongasi dan jar-jari umbra bernilai sama..
Praktek pake ephemeris, contoh kasus gerhana matahari 9 maret 2016
-         dari hasil perkiraan bahwa terjadi pada tanggal 9 maret 2016
-         maka input diisi tahun 2016, bulan 3,  tanggal 9, jam 00, menit 00, detik 00. pada bagian interval diisi jam 1, menit 00 dan detik 00.
-         Lihat pada bagian data matahari. Kolom elongasi, panumbra maupun umbra.
-         Elongasi terkecil terjadi pada jam 02 : 00 :00 UT. (artinya puncak gerhana terjadi pada jam sekitar jam 02 UT.)
-         Pada jam 00 nilai elongasi suda lebih kecil daripada jari-jari panumbra, artinya gerhana sudah berlangsung.
-         Pada jam 00 nilai elongasi masih lebih besar dari pada jari-jari umbra berarti belum gerhana total.
-         Pada jam 01 nilai elongasi sudah lebih kecil daripada jar-jari umbra berarti sudah gerhana total.
-         Dari situ gerhana dimulai sebelum jam 00 dan mulai total adalah antara jam 00 dan jam 01.
-         Pada jam 03 elongasi masih lebih kecildaripada jar-jari umbra berarti masihberlangsung gerhana total
-         Pada jam 04 elongasi sudah lebih besar dari pada jar-jari umbra berarti total sudah berakhir, akhir total terjadi antara jam 03 dan jam 04.
-         Pada jam 04 meski elongasi sudah lebih besar dari pada jar-jari umbranamun masih lebih kecil daripada jar-jaripanumbra berarti masih berlangsung gerhana sebagian.
-         Pada jam 05 elongasi sudah lebih besar daripada jar-jari panumbra berarti gerhana sudah selesai, selesai gerhana terjadi antara jam 04 dan jam 05.
-         I gambaran di atas kemudian bisa ciutkan range pencarian misalnya dengan input tahun 2016, bulan 3 tanggal 8 jam 23 menit 19 dan detik 35,79 sedang interval jam 00 menit 13 detik 10,98.
-         Lihat data lagi
-         Pada jam 23 : 19 : 35,79 antara elongasi dan panumbra bisa dikatakan sama nilainya, maka jam itulah mulai gerhana.
-         Sedang nilai elongasi terkecil adalah jam 01 : 57 : 47,55. ini adalah pertengahan /puncak gerhana
-         Sedangkan jam 04 : 35 : 59,31 antara elongasi dan panumbra bisa dikatakan sama lagi, maka ini adalah akhir gerhana.
-         Mulai total terjadi tanggal 9  antara jam 00 : 12  dan 00 25, sedang akhir total terjadi antara jam 03 : 30 dan jam 03 43.
-         Selanjutnya bisa dicoba sebagai berikut: input  tahun 2016 bulan 03, tanggal 9 jam 00 : 17 : 44, 34 sedang interval di isi 0 : 8 : 20, 344
-         Kemudian lihat data lagi
-         Jam 00 17 : 44,34 nilai elongasi jan jar-jari panumbra adalah sama, berarti mulai gerhana total, sedang jam 03 : 37 : 52,6 nilai keduanya juga bisa dikatakan sama , berarti akhir total, sedang elongasi terkecil terjadi pada jam 01 : 57 : 48,47.
-         Dari tracking sebelumnya  kita dapatkan nilai elongasi terkecil adalah jam 01 : 57 : 47,55 sedang dari tracking terakhir didapatkan jam  01 : 57 : 48,47
-         Kalau mau ditadqiq lagi maka bisa dilakukan tracking lagi, input 2016, 3, 9 jam 01 : 57 : 45 dengan interval 01 detik, maka akan didapatkan bahwa nilai elongasi pada jam 01 : 57 : 46 sampai dengan jam 01 : 57 : 53 bernilai sama dan merupakan nilai terkecil, sehingga bisa disimpulkan bahwa nilai elongasi terkecil adalah jam 01 : 57 : 49 atau 01 : 57 ; 50
-         Dari percobaan tracking di atas di dapat kesimpulan bahwa:
-         Gerhana matahari total terjadi pada tanggal 9 maret 2016
-         Mulai gerhana jam 23 : 19 : 35,79 UT = 06 : 19 35, 79 WIB
-         Mulai total jam 00 : 17 : 44,34 UT =  07 : 17 : 44,34 WIB
-         Akhir total jam 03 : 37 : 52,6 UT = 10 : 37 : 52,6 WIB
-         Akhir gerhana jam 04 : 35 : 59,31 UT = 11 : 35 : 59,31 WIB
-         Sedang tengah gerhana adalah jam 01 : 57 : 49 UT atau  08 : 57 : 49 WIB.
-         Kalau bandingkan dengan program StarCalc 5.73 adalah sebagai berikut :
-         Total Solar eclipse
-         8 - 9 March 2016 AD
-          
-         Common information (Time = UT):
-          
-         Maximum phase: 1.046
-          
-         Beginning of the partial eclipse: 23h 19m 6s
-         Beginning of the total eclipse: 0h 15m 41s
-         Maximum phase: 1h 56m 57s
-         Ending of the total eclipse: 3h 38m 8s
-         Ending of the partial eclipse: 4h 34m 39s
-          
-         Maximum eclipse:
-         Longitude: 148° 51.6' E;  Latitude: 10° 6.6' N
-          
-         ET-UT = +81.3s
-          
-         Local circumstances (Time = UT + 7.0h):
-          
-         Dari data tersebut bisa dikatakan tidak jauh berbeda hasilnya, yang belum tercakup dalam perhitungan tadi adalah besar gerhana, maximum phase,
-         Juga tentang lokasi jatuhnya titik sumbu pada sat pertengahan gerhana yaitu 10 : 6,6 LU 148 : 51,6 BT
-         Kalau dibanding Nasa
-         Mulai 00 24 : 40,2
-         Mulai total 01: 55 : 05,2
-         Maksimum 01 : 57 : 09,8
-         Akhir total 01 : 59 14,6
-         Akhir gerhana 03 : 30 :23,6
-         Titik pusat gerhana 10,1217 LU 148,7996 BT.
-         Lihat : http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEgoogle/SEgoogle2001/SE2016Mar09Tgoogle.html

Untuk puncak gerhana ketiga perhitungan tidak begitu berbeda.
Lokasi 10 sekian derajat LU 148 sekian derajat BT.
Nah pada posting-posting berikutnya akan menghitung lokasi tersebut, insya Alloh


Suka · · · · Kamis pukul 17:18


GM-02



===GM-02===
Jika langit didibaratkan bola, bumi sebagai pusatnya (sesuai pandangan kita yang di bumi) matahari berada di permukaan bola tsb, begitu juga bulan berada di bawah sedikit permukaan bola tersebut, ( jika berada di permukaan yang sama pasti tumbukan). Dengan kata lain jarak bumi-matahari dan jarak bumi-bulan hampir sama Maka gerhana matahari tentu selalu terlihat di daerah yang dekat-dekat dengan daerah yang yang saat gerhana matahari terlihat di atas kepala.
Namaun kenyataannya bahwa jarak bumi-matahari dan jarak bumi- bulan begitu jauh berbeda, jarak bumi-matahari 400 kali lipat jarak bumi- bulan. Sehingga elongasi matahari –bulan yang sangat kecil mampu menggeser lokasi gerhana matahari dari daerah sekitar yang saat itu matahari terlihat di atas kepala sejauh hampir sejauh jarak dari ekuator sampai kutub.
Nah dari sinilah penelusuran kita akan dimulai, dengan menjawab 2 buah pertanyaan
1.Saat gerhana matahari terjadi di manakah matahari terlihat di atas kepala?
2. Kemudian sejauh berapa derajat jatuhnya bayangan bulan tersebut bergeser dari daerah itu?
Untuk menjawab pertanyaan pertama sebenarnya mudah sekali, karena deklinasi hakikatnya sama dengan lintang, maka daerah tersebut adalah mempunyai lintang yang sama dengan deklinasi matahari tersebut,
Begitu juga bujur bumi dihitung sepanjang ekuator sebagai mana asensiorekta juga dihitung sepanjang ekuator, yang berbeda hanya titik mulainya. Bujur bumi dihitung dari bujur standar 0 greenwich sementara asensiorekta dihitung dari titik aries, sementara besarnya asensiorekta bisa dihitung berdasarkan jam. maka menentukan bujur daerah tersebut juga bukan sulit lagi. Tinggal melihat jam dan perata waktunya dihubungkan beasarnya asensiorekta sehingga  menjadi selisih bujur dari Greenwich tersebut.
Untuk menjawab pertanyaan ke dua, itulah yang diperlukan hitungan yang agak panjang, unsure-unsur yang mempengaruhi jauhnya bergeser adalah elongasi dan jarak dari bumi ke matahari mapun ke bulan, di dinilah maka untuk bisa dihitung maka satuan jarak bumi-matahari maupun bumi- bulan harus diubah ke satuan jari-jari bumi. Baru kemudian bisa dihitung dengan kaidah segitiga.
Selanjutnya silakan lihat gambar 1,2 dan 3 dari pdf saya hala 2-3.
Ini konsepsi dan visualisasinya yang saya tawarkan untuk kemudian kita buat formulasi dan kalkulasinya.
Mungkin bagi temen-temen yang geometri dan segitiga bolanya matang dengan memahami konsep dasar ini langsung bisa membuat formula dan mengkalkulasi sendiri. Bagi yang awam seperti saya maka mari kita telusuri bersama-sama selangkah-demi demi selangkah.
 Suka · · · Jumat pukul 8:26